Rabu, 30 April 2025

Ratusan Buruh Mojokerto Turun ke Surabaya, Gaungkan Lima Tuntutan di Hari Buruh 2025

  


Mojokerto, newsjavapost.my.id – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2025, ratusan buruh dari Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) turut ambil bagian dalam aksi damai di Kota Surabaya. Sebanyak 500 pekerja diberangkatkan menuju pusat unjuk rasa, Kamis (1/5/2025) pagi.

Para buruh tersebut menyuarakan lima poin utama sebagai bentuk aspirasi terhadap kebijakan ketenagakerjaan nasional maupun daerah. Dengan mengenakan seragam serikat dan membawa spanduk bertuliskan tuntutan, massa bergerak tertib menuju titik aksi di sekitar Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Ketua KSPSI Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian buruh terhadap masa depan perlindungan pekerja, keadilan sosial, dan kebijakan upah yang berkeadilan.

“Kami membawa lima tuntutan yang mencakup revisi kebijakan pesangon, jaminan kerja layak, pembatasan PHK sepihak, akses pendidikan anak buruh, dan perlindungan terhadap pekerja kontrak,” ujarnya.

Selain itu, buruh juga mendesak pemerintah daerah agar aktif memediasi hubungan industrial, dan memberikan perlindungan terhadap pekerja rentan, termasuk pekerja informal dan perempuan buruh.

Aksi buruh ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan personel gabungan TNI. Sebelumnya, para peserta diberangkatkan secara kolektif menggunakan kendaraan bus dan mobil komando, sambil terus meneriakkan yel-yel perjuangan.

Di sisi lain, pemerintah diharapkan tidak hanya mendengar tuntutan para buruh saat May Day saja, tetapi juga menindaklanjutinya dalam bentuk regulasi nyata yang propekerja.

“May Day bukan sekadar simbolik. Ini adalah momen perjuangan dan refleksi kondisi buruh saat ini. Negara harus hadir,” tegas salah satu peserta aksi dari Mojokerto.(Red.R)

Satpol PP Blitar Dapat Kucuran Dana Rp1,7 Miliar, Fokus Perangi Peredaran Rokok Tanpa Cukai

  


Blitar, newsjavapost.my.id – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kembali memberikan dukungan finansial kepada Satpol PP setempat. Tahun 2025 ini, instansi penegak Perda itu mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1,7 miliar untuk memperkuat kampanye dan penindakan terhadap rokok ilegal.

Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar menyatakan, anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk menjalankan sejumlah kegiatan strategis, mulai dari sosialisasi ke masyarakat, edukasi hukum, hingga razia gabungan.

"Ini merupakan bentuk kepercayaan dan amanah yang kami emban untuk memastikan peredaran produk tanpa cukai bisa ditekan secara signifikan," ujarnya, Kamis (1/5/2025).

Dana tersebut akan digunakan tidak hanya untuk kegiatan lapangan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar mereka memahami dampak negatif dari mengonsumsi dan memperjualbelikan rokok ilegal, baik terhadap perekonomian negara maupun kesehatan publik.

Satpol PP juga menjalin sinergi dengan Bea Cukai, Kepolisian, dan Kejaksaan dalam pelaksanaan operasi gabungan di berbagai titik rawan peredaran rokok ilegal, seperti pasar tradisional, warung pinggir jalan, dan kawasan perbatasan antar kabupaten.

“Dengan dukungan DBHCHT ini, kami bisa lebih maksimal bergerak ke lapangan, tidak hanya razia, tetapi juga menyentuh edukasi ke komunitas, pelajar, hingga pelaku UMKM,” imbuhnya.

Sebagai tambahan, DBHCHT merupakan salah satu sumber dana yang dialokasikan untuk mendukung penegakan hukum di bidang cukai, serta memberi kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani tembakau dan tenaga kerja di sektor hasil tembakau.

Masyarakat pun diimbau turut serta mendukung upaya ini dengan tidak membeli atau menjual rokok tanpa pita cukai, serta melaporkan apabila menemukan peredaran produk ilegal tersebut.(red.R)

Legislator Surabaya Apresiasi Koperasi Merah Putih: Langkah Nyata Wujudkan Ekonomi Berbasis Warga

  


Surabaya, newsjavapost.my.id – Gagasan pembentukan Koperasi Merah Putih di sejumlah kelurahan di Surabaya mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Surabaya. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Bagas Iman Waluyo, anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Gerindra, mengatakan bahwa koperasi berbasis warga seperti Koperasi Merah Putih sangat strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berdaya saing.

“Ini bukan hanya soal koperasi sebagai badan usaha, tapi ini wujud nyata dari semangat gotong royong ekonomi. Di tengah tantangan global dan pasca-pandemi, inisiatif seperti ini perlu terus diperluas,” ujarnya, Kamis (1/5/2025).

Menurut Bagas, keberadaan koperasi di 10 kelurahan awal ini menjadi pilot project yang dapat direplikasi ke wilayah lainnya. Terlebih, koperasi memiliki potensi besar untuk memperkuat UMKM, menyediakan akses pembiayaan yang adil, serta membuka peluang kerja bagi warga setempat.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah kota tak hanya berhenti pada pendirian, tapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan agar koperasi bisa berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

“Kami di DPRD siap mendorong penguatan anggaran maupun regulasi pendukung. Koperasi harus benar-benar jadi motor penggerak ekonomi rakyat, bukan sekadar formalitas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bagas menilai bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan. Dia berharap Koperasi Merah Putih juga mampu menjadi wadah edukasi keuangan dan literasi bisnis bagi warga.

“Jika dijalankan dengan manajemen yang baik dan transparan, koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi baru yang tahan terhadap krisis,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif lintas sektor yang bertujuan memberdayakan warga secara kolektif, dimulai dari 10 kelurahan di Surabaya dan ke depan ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan. (Red.R)

May Day 2025, DPRD Surabaya Soroti Pentingnya Aksi Nyata untuk Hak Buruh

  


Surabaya, newsjavapost.my.id – Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 kembali diperingati oleh para pekerja di berbagai penjuru dunia, termasuk Kota Surabaya. Namun, menurut Mohammad Saifuddin, anggota Komisi A DPRD Surabaya, peringatan ini seharusnya tidak berhenti sebagai ajang demonstrasi atau perayaan simbolik.

“May Day harus menjadi pengingat bersama, bahwa perlindungan dan kesejahteraan buruh merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya tugas pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah,” tegas Saifuddin saat dikonfirmasi di sela kegiatan May Day, Kamis (1/5/2025).

Ia menilai, peringatan Hari Buruh sejatinya menjadi refleksi atas tantangan nyata yang dihadapi pekerja sehari-hari. Mulai dari sistem kerja kontrak yang tidak manusiawi, pelanggaran hak normatif, hingga belum optimalnya penegakan aturan ketenagakerjaan di level lokal.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah kota tidak hanya hadir saat seremoni, namun juga terlibat aktif dalam membuat kebijakan pro-buruh yang benar-benar berdampak.

“Perlu ada komitmen konkret. Misalnya, pemberian insentif bagi perusahaan yang benar-benar taat pada hak pekerja, atau penguatan pengawasan ketenagakerjaan yang selama ini masih lemah,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dialog sosial antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha untuk membangun iklim kerja yang adil dan produktif.

“Keberpihakan kepada buruh itu harus menyeluruh, tidak bisa setengah hati. Ini soal keberadaban dan keadilan sosial,” ujar Saifuddin menutup pernyataannya.

Sebagai tambahan, DPRD Surabaya disebut sedang menjajaki penguatan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketenagakerjaan agar dapat memberikan perlindungan lebih menyeluruh, terutama bagi pekerja sektor informal dan pekerja muda. (Red.R)

Jaenah, Nenek 100 Tahun Asal Mojokerto, Siap Tunaikan Ibadah Haji 2025

  


MOJOKERTO, newsjavapost.my.id – Di usia yang telah mencapai satu abad, Jaenah, warga Dusun Sudimoro, Desa Karangasem, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia tercatat sebagai calon jemaah haji tertua dari Kabupaten Mojokerto pada musim haji 2025.

Perempuan kelahiran tahun 1925 ini menjadi inspirasi banyak orang karena semangat dan tekadnya dalam menjalankan rukun Islam kelima. Meski telah berusia lanjut, kondisi fisik dan semangat ibadah Jaenah masih sangat kuat. Keluarga menyebut Jaenah tetap menjaga rutinitas ibadah harian dan aktif dalam kegiatan sosial warga.

“Alhamdulillah, simbah masih sehat dan bisa mandiri. Keluarga tentu sangat bersyukur dan bahagia karena beliau akhirnya mendapat kesempatan berhaji,” ujar salah satu cucu Jaenah.

Kehadiran Jaenah di antara jemaah calon haji Mojokerto tak hanya menjadi perhatian daerah, namun juga menyentuh banyak hati masyarakat. Ia dianggap sebagai simbol ketekunan, kesabaran, dan keimanan yang kuat dalam menanti panggilan ke Tanah Suci.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Mojokerto menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan pendampingan khusus bagi jemaah haji lansia, termasuk Jaenah. Ini dilakukan demi memastikan ibadah mereka berjalan lancar dan aman selama berada di Arab Saudi.

"Ibu Jaenah termasuk yang akan mendapat perhatian khusus dari tim kesehatan dan petugas haji karena usianya. Tapi sejauh ini, kondisi beliau cukup stabil dan siap berangkat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga turut memberikan apresiasi dan dukungan. Jaenah diharapkan bisa menjadi teladan bagi generasi muda bahwa usia tidak menjadi penghalang dalam beribadah jika tekad dan kesiapan terus dipelihara.

Keberangkatan Jaenah ke Tanah Suci direncanakan pada gelombang pemberangkatan jemaah haji Jawa Timur bersama rombongan lainnya.(Red.R)

Peringatan May Day, Ribuan Buruh Sidoarjo Long March ke Surabaya Tuntut Regulasi Afirmasi dan Perda Pesangon

  


SIDOARJO, newsjavapost.my.id – Ribuan buruh dari berbagai aliansi serikat pekerja memadati Alun-alun Sidoarjo, Kamis pagi (1/5/2025), dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional. Setelah menyuarakan aspirasi mereka di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, massa buruh melanjutkan aksi dengan konvoi menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya.

Serikat pekerja yang tergabung dalam aksi antara lain FSPMI, SPSI, SPN, KSPI, Sarbumusi, FSBI, dan FSRP-KSN. Mereka menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, serta bus untuk mobilisasi. Sembilan mobil komando ikut memimpin rombongan aksi di lapangan.

Sebelum berangkat ke Surabaya, para buruh menyuarakan beberapa tuntutan lokal. Ketua Partai Buruh Sidoarjo yang juga menjadi koordinator aksi, Agus Supriyanto, menyoroti pentingnya keberpihakan pemda terhadap buruh. Salah satunya dengan menuntut adanya kuota afirmasi minimal 5 persen untuk anak buruh dalam penerimaan SMP negeri.

"Pemprov Jatim sudah memulai afirmasi untuk SMA/SMK, kini giliran Pemkab Sidoarjo mengambil langkah serupa. Pendidikan adalah hak anak buruh juga," ujar Agus kepada wartawan.

Selain itu, massa juga meminta agar layanan BPJS Kesehatan gratis bisa diakses oleh seluruh warga kurang mampu ber-KTP Sidoarjo di setiap rumah sakit. Mereka mendesak agar Pemkab mengalokasikan anggaran untuk memperluas penerima bantuan iuran (PBI).

Di tingkat provinsi, massa menagih janji lama Gubernur Jatim untuk segera merealisasikan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pesangon, yang telah digaungkan sejak lima tahun lalu.

"Buruh butuh kepastian perlindungan, bukan sekadar wacana politik lima tahunan. Tahun ini, Perda Pesangon harus segera disahkan," tegas Agus di hadapan massa aksi.

Dalam konteks nasional, tuntutan buruh juga mengarah pada pembentukan Satgas PHKpengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, serta UU Perampasan Aset. Mereka juga meminta pemerintah meninjau ulang sejumlah pasal dalam UU Ketenagakerjaan yang dinilai merugikan hak buruh.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, memastikan bahwa aksi buruh telah dikawal secara ketat oleh aparat gabungan. Total 976 personel dikerahkan dari jajaran Polresta untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya aksi.

"Pengamanan kami siagakan penuh sejak pagi. Kami sudah berkoordinasi dengan perwakilan serikat agar aksi tetap kondusif dan tidak menutup jalur utama Sidoarjo–Surabaya," ungkap Christian saat memimpin apel pengamanan di Alun-alun.

Rombongan dari Pasuruan dijadwalkan bergabung di Sidoarjo sebelum bergerak bersama menuju Surabaya. Sementara massa buruh dari Gresik akan memasuki Kota Pahlawan melalui Tol Waru dengan kendaraan roda empat atau lebih.

Polresta juga mengimbau masyarakat agar menghindari jalur utama saat konvoi buruh berlangsung guna mencegah kemacetan. “Kami minta kerja sama dari masyarakat untuk menghindari rute padat selama aksi berlangsung,” tutup Christian.(red.R)

May Day 2025, Makam Marsinah di Nganjuk Jadi Titik Doa Buruh, 500 Personel TNI-Polri Disiagakan

  


NGANJUK, newsjavapost.my.id – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2025, ribuan buruh dari berbagai daerah mengalir ke Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Mereka datang untuk berziarah dan menggelar doa bersama di makam Marsinah, simbol perjuangan buruh yang gugur pada masa Orde Baru.

Sejak pagi hari, suasana di sekitar makam Marsinah dipadati para peziarah yang datang secara bergelombang. Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, sekitar 500 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait diterjunkan. Fokus pengamanan tersebar mulai dari jalur perbatasan Mengkreng (Kediri) hingga simpang tiga jalan utama menuju lokasi makam.

Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan bahwa aparat telah bersiaga di berbagai titik strategis yang menjadi jalur masuk ke Nganjuk. "Pengamanan melibatkan 436 personel dari Polri dan sisanya dari TNI serta unsur pendukung lainnya. Ini untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib," jelas Henri usai memimpin apel gelar pasukan, Kamis (1/5/2025).

Forkopimda Nganjuk turut hadir dalam kegiatan ziarah ini. Mereka memberi penghormatan langsung di pusara Marsinah, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan buruh dan hak asasi manusia.

Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, juga menyampaikan bahwa pihaknya bertugas mengawal iring-iringan massa buruh menuju lokasi ziarah. “Kami imbau kepada peserta aksi agar tetap tertib saat berkendara dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Marsinah, aktivis buruh yang bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), Porong, dikenal luas karena perjuangannya menuntut hak-hak pekerja. Ia diculik dan ditemukan tewas mengenaskan pada 8 Mei 1993 di hutan wilayah Wilangan, Nganjuk. Tragedi kematiannya hingga kini masih menjadi simbol ketidakadilan yang dialami buruh di Indonesia.

Peringatan May Day di makam Marsinah setiap tahunnya menjadi momen refleksi bagi para buruh, tidak hanya untuk memperjuangkan hak-hak normatif, tetapi juga untuk mengenang tokoh-tokoh yang berani bersuara di tengah tekanan kekuasaan.(Red.R)

Ribuan Buruh Tumpah Ruah di Bundaran Waru, Surabaya Mulai Dipadati Aksi Hari Buruhv

 


SURABAYA, newsjavapost.my.id – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2025, ribuan pekerja dari berbagai daerah mulai memadati wilayah Kota Surabaya sejak Kamis pagi (1/5/2025). Titik konsentrasi massa terlihat di kawasan Bundaran Waru, salah satu pintu masuk utama Kota Pahlawan.

Berdasarkan pantauan lapangan mulai pukul 10.00 WIB, arus buruh yang datang kian deras. Mereka berkumpul di sepanjang jalan frontage Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur. Spanduk dan bendera organisasi buruh tampak dikibarkan di atas bus dan mobil elf yang mengangkut peserta aksi.

Kehadiran massa yang semakin membeludak membuat aparat gabungan dari kepolisian dan TNI memperketat pengamanan. Jalur utama di sekitar Bundaran Waru disekat menggunakan barikade besi (barrier) untuk mengatur pergerakan massa sekaligus menjamin ketertiban lalu lintas.

Tercatat, setidaknya empat unit bus besar dan tiga kendaraan elf telah berhenti di lokasi sebagai titik kumpul sementara sebelum bergerak menuju pusat kota. Aksi ini menjadi bagian dari peringatan tahunan yang diwarnai seruan-seruan perjuangan buruh atas hak dan kesejahteraan kerja.

Salah satu buruh yang ikut serta, Hamim, mengaku datang dari Sidoarjo dan tiba di Bundaran Waru sekitar pukul 10.30 WIB. "Masih menunggu rombongan dari pabrik lain. Sambil istirahat dan ngopi dulu sebelum lanjut ke Tugu Pahlawan," ujarnya.

Pihak kepolisian memperkirakan puncak pergerakan massa menuju kawasan pusat kota, khususnya Tugu Pahlawan, akan dimulai sekitar pukul 11.15 WIB. Sejumlah rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan untuk menghindari kemacetan dan menjamin kelancaran mobilitas warga Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya bersama aparat keamanan terus mengimbau agar aksi tetap berlangsung secara damai dan tertib. Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari ruas-ruas jalan yang dilalui peserta aksi demi mengurangi kepadatan kendaraan.(red.R)

Aplikasi GoBis Hadir di App Store, Akses Transportasi Surabaya Kini Lebih Inklusif

  


SURABAYA, newsjavapost.my.id – Warga Surabaya kini makin dimanjakan dalam mengakses layanan transportasi umum. Setelah sebelumnya tersedia di Play Store untuk pengguna Android, aplikasi GoBis resmi hadir di App Store, memberikan kemudahan serupa bagi pengguna perangkat iOS.

Langkah ini disambut baik oleh berbagai kalangan, termasuk anggota DPRD Kota Surabaya, yang menilai bahwa perluasan akses digital ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat sistem transportasi publik berbasis teknologi.

"Aplikasi ini membuat warga lebih praktis dalam merencanakan perjalanan. Ini adalah bentuk nyata dari inovasi pelayanan publik," ujar salah satu anggota DPRD Surabaya dalam keterangannya.

Dengan aplikasi GoBis, pengguna bisa memantau posisi bus secara real-time, memilih rute, melihat jadwal keberangkatan, hingga melakukan pelaporan jika ada kendala di lapangan. Aplikasi ini menjadi bagian dari integrasi layanan Suroboyo Bus dan moda transportasi umum lainnya di Kota Pahlawan.

Kehadiran GoBis di App Store juga diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan digital Pemkot Surabaya ke segmen masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal, khususnya pengguna iPhone dan iPad.

Sebagai informasi, aplikasi ini merupakan bagian dari transformasi digital transportasi yang sedang dikembangkan Dinas Perhubungan Surabaya. Pemkot juga terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem berdasarkan masukan pengguna.

Warga bisa mengunduh aplikasi GoBis secara gratis dan memanfaatkannya sebagai panduan mobilitas sehari-hari yang efisien, hemat, dan ramah lingkungan.REd/R)

Minim Sosialisasi, Banyak Pekerja Tak Sadar Penahanan Ijazah Itu Ilegal

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id – Meski sudah ada peraturan daerah (perda) yang secara tegas melarang penahanan dokumen pribadi milik pekerja, praktik ini rupanya masih kerap terjadi. Hal ini dinilai akibat lemahnya sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat, khususnya para buruh dan pekerja sektor informal maupun formal.

Ketua DPC Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota Kediri, Suyadi, menyayangkan masih rendahnya pemahaman pekerja terhadap hak-haknya yang dilindungi hukum. Menurutnya, Perda yang telah dirancang sebagai rambu hukum hubungan kerja belum tersebar luas informasinya.

“Kalau perda ini disosialisasikan secara menyeluruh, harusnya para pekerja bisa bertindak. Mereka bisa melapor ke Satpol PP, karena itu adalah aparat penegak perda,” tegas Suyadi.

Ia mengingatkan bahwa perda tersebut sejatinya lahir dari realitas di lapangan. Salah satu pemicunya adalah kasus penahanan ijazah yang sempat mencuat beberapa tahun lalu di Kabupaten Kediri, di mana sebanyak 67 ijazah karyawan dilaporkan hilang atau ditahan oleh perusahaan.

“Saat kami mengusulkan perda ini dulu, kejadian itu jadi titik balik. Tapi nyatanya, hingga sekarang kasus serupa masih ditemukan. Artinya belum semua paham hak hukumnya,” ungkapnya.

Suyadi juga menyebut bahwa pihaknya bersama serikat buruh sudah lama mengusulkan pelatihan dan pendidikan hukum ketenagakerjaan untuk para pekerja. Namun, implementasinya hingga kini belum maksimal.

“Sekarang sudah 2025, perda itu seharusnya jadi acuan kuat, tapi belum dimanfaatkan secara luas. Teman-teman buruh seharusnya diberi pelatihan atau diklat soal hukum kerja,” jelasnya.

Ia meyakini bahwa praktik penahanan ijazah masih terjadi di berbagai sektor industri. Namun, banyak kasus yang tidak dilaporkan karena para pekerja merasa takut dan khawatir dengan posisi mereka yang lemah dalam relasi kerja.

“Biasanya ini terjadi pada pekerja yang memegang tanggung jawab keuangan atau aset perusahaan. Sopir pribadi, staf admin, sampai karyawan leasing juga sering jadi korban. Kadang bukan hanya ijazah, tapi juga KTP, paspor, bahkan BPKB,” paparnya.

Ia mengaku mengetahui beberapa perusahaan yang terlibat praktik seperti itu, namun enggan menyebutkan secara terbuka.

“Saya tahu nama-nama perusahaannya. Tapi karena nggak ada laporan resmi, saya juga nggak bisa buka di forum atau media. Bisa-bisa saya dilabeli sebagai pemecah suasana,” tambahnya.

Kekhawatiran itu tidak hanya dirasakan oleh serikat, namun juga para pekerja yang enggan melapor karena takut dijatuhi sanksi, bahkan intimidasi. Dalam beberapa kasus, ada perusahaan yang mewajibkan karyawan mencari pengganti sebelum ijazah mereka dikembalikan.

“Bayangkan, karyawan sudah memutuskan resign, tapi malah disuruh cari orang untuk gantiin dia dulu baru ijazahnya bisa diambil. Ini sangat merugikan secara mental dan waktu,” tegasnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah, melalui dinas tenaga kerja dan aparat terkait, aktif menyosialisasikan isi perda secara menyeluruh kepada masyarakat. Sebab, hukum tidak akan efektif jika tidak dipahami oleh mereka yang seharusnya dilindungi.(Red.R)

Wali Kota Kediri Berangkatkan 240 Calon Haji di Hari Buruh, Rombongan Menuju Sukolilo Sebelum Terbang ke Madinah

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, Rabu (1/5), sebanyak 240 calon haji asal Kota Kediri diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Momen ini terasa istimewa karena pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari, bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin atau akrab disapa Gus Qowim.

Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa predikat haji mabrur.

“Pelepasan ini menjadi kebanggaan bagi kami, apalagi dilakukan di momen spesial Hari Buruh. Semoga perjalanan dan ibadah para jemaah membawa keberkahan untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat Kota Kediri,” ucapnya.

Rombongan diberangkatkan dari kawasan GOR Jayabaya sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan armada bus khusus. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar 3,5 jam, para jemaah dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sukolilo pada pukul 11.40 WIB untuk menjalani sejumlah tahap pemeriksaan dan orientasi keberangkatan.

Calon haji asal Kota Kediri ini tergabung dalam Kloter 3 Gelombang Pertama, yang akan diberangkatkan lebih awal menuju Tanah Suci. Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh Kementerian Agama, mereka akan mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada Jumat malam (2/5).

Selama berada di Arab Saudi, jemaah akan terlebih dahulu menjalankan ibadah di Kota Madinah, termasuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan melaksanakan salat di Masjid Nabawi, sebelum melanjutkan ke Mekah untuk mengikuti rangkaian ibadah haji lainnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, Ahmad Zamroni, yang turut mendampingi pelepasan jemaah, mengimbau agar para calon haji senantiasa menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Ia menekankan pentingnya menjaga asupan cairan dan istirahat yang cukup, mengingat suhu ekstrem di Arab Saudi yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

“Ini adalah ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Jangan terlalu memforsir tenaga di awal. Fokus dulu pada ibadah sunnah di Madinah, karena puncak ibadah haji baru dilakukan menjelang akhir masa tinggal,” pesannya.

Selain itu, jemaah juga diminta bijak dalam menggunakan media sosial selama di luar negeri dan mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi, terutama di area-area suci dan sensitif dari sisi keamanan.

Rasa haru tampak mewarnai momen pelepasan, ketika para keluarga mengantarkan jemaah hingga ke pagar GOR Jayabaya. Meski tak semua bisa mendampingi langsung, doa dan lambaian tangan menjadi pengantar hangat menuju perjalanan spiritual yang penuh makna. (Red.R)

240 Calon Haji Asal Kota Kediri Diberangkatkan ke Asrama Sukolilo, Diharapkan Fokus dan Waspada Cuaca Ekstrem

  


KOTA KEDIRI, newsjavapost.my.id – Sebanyak 240 jemaah calon haji asal Kota Kediri dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pagi ini. Pemberangkatan dilangsungkan dari kompleks GOR Jayabaya sekitar pukul 07.00 WIB dengan pengaturan ketat demi kelancaran dan keamanan proses.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri, Ahmad Zamroni, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario keberangkatan dengan tertib. Salah satunya dengan membatasi jumlah pengantar. Hanya satu orang pendamping yang diizinkan masuk ke area inti (ring 1) dalam lingkungan GOR.

"Jemaah akan masuk melalui pintu selatan GOR Jayabaya. Keluarga lainnya tetap bisa memberikan dukungan dari luar pagar, karena pagar tidak sepenuhnya tertutup," jelas Zamroni.

Satu hari menjelang keberangkatan, para calon haji telah menyerahkan koper ke Kantor Kemenag Kota Kediri untuk dikirim lebih dulu ke Surabaya. Ini dilakukan guna mempercepat proses penataan barang saat tiba di Asrama Haji.

“Jadwal penerimaan jemaah di Asrama Haji Sukolilo ditargetkan pukul 11.40 WIB. Setelah itu, jemaah akan menjalani tahapan administrasi dan pemeriksaan kesehatan lanjutan,” tambah Zamroni.

Sebagai bagian dari kelompok terbang (kloter) 3 gelombang pertama, para jemaah dari Kediri akan bergabung dengan rombongan dari Kabupaten Tulungagung. Mereka dijadwalkan mendarat di Madinah terlebih dahulu sebelum melanjutkan prosesi ibadah haji secara bertahap.

Zamroni juga berpesan agar para jemaah menjaga stamina, mengingat rangkaian ibadah haji cukup menguras fisik. Ia mengingatkan agar tidak langsung menjalankan semua aktivitas ibadah sejak hari pertama tiba di tanah suci.

“Jemaah harus pintar mengelola tenaga. Ibadah sunnah boleh dilakukan, tapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Fokus utama adalah ibadah wajib yang akan dijalankan menjelang puncak haji,” ujarnya.

Suhu panas ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian. Karena itu, Kemenag mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga asupan cairan tubuh dan melindungi diri dari paparan panas.

“Bawa botol minum setiap saat, pakai pelindung kepala atau masker saat keluar ruangan. Jangan sampai dehidrasi karena bisa berbahaya,” tandasnya.

Ketua Kloter 3 Gelombang I, Khoirul Anam, turut mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan ketat yang diterapkan pemerintah Arab Saudi, terutama terkait penggunaan media sosial.

“Kami minta seluruh jemaah tidak sembarangan mengambil foto di area-area sensitif, apalagi membagikannya ke publik. Hormati aturan setempat demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Momen pemberangkatan ini juga menjadi ajang haru dan doa bersama dari keluarga yang turut mengantar. Harapannya, para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, serta kembali ke tanah air dalam kondisi selamat dan membawa predikat haji mabrur.(Red.R)

Penahanan Dokumen Karyawan Masih Terjadi di Kediri, Meski Jelas Dilarang Hukum

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Meskipun telah diatur tegas dalam regulasi, praktik penahanan dokumen asli milik pekerja oleh perusahaan nyatanya masih berlangsung. Dengan alasan menjaga loyalitas dan sebagai “jaminan” agar karyawan tidak keluar tiba-tiba, sejumlah perusahaan di Kediri, baik kota maupun kabupaten, tetap melakukan tindakan yang tergolong ilegal ini.

Fenomena penahanan ijazah oleh perusahaan kembali mendapat sorotan publik setelah Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu perusahaan yang diadukan karyawannya. Tak berhenti di sana, kasus serupa juga menyeruak hingga ke Riau dan memicu reaksi dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer.

Namun praktik ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Di Kediri, banyak pekerja muda menjadi korban skema ini. Salah satunya adalah Nana (nama samaran), lulusan SMA di Kabupaten Kediri, yang bekerja di sebuah toko grosir dan harus menyerahkan ijazah aslinya saat masa pelatihan kerja. Jika berhenti sebelum masa pelatihan selesai, dia diwajibkan membayar Rp 250 ribu untuk menebus ijazahnya.

“Teman-teman saya juga banyak yang keluar setelah tiga bulan kerja, agar bisa ambil ijazahnya tanpa membayar,” ujar Nana. Ia menilai, sistem tersebut sebenarnya bentuk paksaan yang tidak tertulis.

Cerita serupa datang dari Jaja (bukan nama sebenarnya), mantan pegawai toko seluler di Kota Kediri. Tidak hanya ijazahnya yang sempat ditahan, hak-hak ketenagakerjaannya pun tidak dipenuhi sepenuhnya.

“Saya sudah menyampaikan pengunduran diri dengan baik, tapi tetap saja dituduh merugikan perusahaan karena tidak memberi pemberitahuan jauh-jauh hari,” tuturnya.

Lain lagi dengan Riri, yang sejak 2015 hingga kini belum bisa mengambil ijazahnya dari tempat kerja sebelumnya. Meski sudah tiga kali mengajukan surat resign dan menghubungi pihak perusahaan, dokumennya belum juga dikembalikan.

“Saya sudah menghadap supervisor, tapi mereka terus menunda-nunda,” keluhnya.

Bentuk lain dari penahanan dokumen dialami oleh An, warga Kabupaten Kediri. Ia mengaku saat bekerja di lembaga pembiayaan tahun 2022, diminta menyerahkan BPKB motor sebagai jaminan kerja. Meski sempat ragu, ia memutuskan tetap menyerahkan karena khawatir kehilangan peluang kerja.

“Saya sudah pastikan waktu penyerahan dokumen dan kapan bisa diambil. Tapi tetap ada rasa waswas juga,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Bambang Priambodo, mengonfirmasi bahwa aduan terkait praktik ini memang ada. Dalam empat bulan terakhir, pihaknya menerima enam laporan dari mantan pekerja lintas sektor, mulai dari perusahaan kuliner hingga konstruksi.

“Biasanya disebut sebagai ‘penyimpanan’ dokumen, padahal praktiknya sudah masuk pelanggaran. Harusnya kerja sama dibangun dari kepercayaan, bukan dengan menahan ijazah,” tegas Bambang.

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri pun membenarkan bahwa pihaknya menerima dua laporan serupa. Kepala Disnaker, Ibnu Imad, menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan sudah dipanggil dan sedang dalam proses mediasi.

Ditegaskannya, tindakan tersebut melanggar Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 42, yang menyebutkan bahwa “pengusaha dilarang menyimpan dokumen asli milik pekerja sebagai jaminan.”

“Kalau hanya salinan itu diperbolehkan, tapi dokumen asli tidak boleh sama sekali,” tandas Imad.

Larangan tersebut juga diperkuat oleh Perda Kota Kediri Nomor 1 Tahun 2019. Pelanggar bisa dikenai pasal 374 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda hingga Rp 50 juta.

Kasus-kasus ini menjadi cermin bahwa masih banyak pekerja muda yang rentan terhadap pelanggaran hak dasar ketenagakerjaan. Praktik penahanan dokumen bukan hanya melanggar hukum, tapi juga memunculkan ketimpangan relasi antara pekerja dan pemberi kerja.(Red.R)

Bupati Kediri Libatkan Kadin Dalam Aksi Bersama Atasi Kemiskinan Ekstrem di Daerah

  


KABUPATEN KEDIRI, newsjavapost.my.id – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kembali menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi persoalan kemiskinan ekstrem yang masih menghantui sebagian warga Kabupaten Kediri. Kali ini, Mas Dhito – sapaan akrabnya – menggandeng kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kediri untuk bergerak bersama menciptakan solusi.

Kolaborasi ini disampaikan langsung oleh Bupati muda tersebut saat menghadiri acara halalbihalal yang digelar di kantor Kadin Kabupaten Kediri, Kecamatan Ngasem, pada Senin (28/4) lalu. Dalam forum itu, Mas Dhito mengajak para pelaku usaha untuk terlibat langsung dalam mendukung berbagai program pengentasan kemiskinan yang sedang digenjot oleh Pemkab Kediri.

“Saya ingin penanganan kemiskinan ekstrem tidak hanya mengandalkan pemerintah saja, tapi juga melibatkan banyak pihak, termasuk dunia usaha. Karena ketika masyarakat sejahtera, perekonomian juga akan tumbuh lebih kuat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa di masa kepemimpinannya yang kedua ini, fokus utama adalah mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem yang berdasarkan data terakhir mencapai sekitar 9,6 persen dari total penduduk. Mas Dhito berharap, kerja sama dengan Kadin yang sebelumnya sudah terbangun dalam penanganan kelangkaan gas elpiji tahun 2023 dan 2024 bisa diperluas ke sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya optimistis, dengan kolaborasi yang solid, program pengentasan ini bisa lebih tepat sasaran dan membawa dampak langsung bagi masyarakat kecil,” imbuhnya.

Ajakan tersebut disambut positif oleh Ketua Kadin Kabupaten Kediri, David Tompo Wahyudi. Ia menyampaikan kesiapan pihaknya untuk turun langsung ke lapangan dan membantu memetakan potensi ekonomi lokal di setiap desa. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan budidaya ikan koi di salah satu desa yang dinilai bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga sekitar.

“Kami dari Kadin sangat mendukung penuh inisiatif Mas Dhito. Ini bukan sekadar wacana, kami akan bergerak bersama untuk menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat ekonomi desa,” ujar David.

Ia menambahkan bahwa pendataan terhadap potensi desa sedang dilakukan dan akan segera ditindaklanjuti dengan program riil. “Kami tidak akan berhenti di satu titik saja. Setiap wilayah punya kekuatan masing-masing, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara maksimal,” tegasnya.

Perlu diketahui, selain bersinergi dengan kalangan pengusaha, Mas Dhito juga telah lebih dulu menjalin kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan seperti badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Fatayat dan Pemuda Ansor. Mereka dilibatkan dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan berbasis komunitas yang bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem secara gotong royong.

Langkah-langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa Pemkab Kediri tidak hanya mengandalkan program birokratis, tetapi juga membangun kekuatan dari berbagai elemen demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di Bumi Panjalu. (red.R)

Sidang Kasus Keracunan di Acara Religi Desa Krecek Kembali Digelar, Ahli Ungkap Makanan Terkontaminasi Bakteri Berbahaya

 


KEDIRI, newsjavapost.my.id – Persidangan lanjutan kasus dugaan keracunan massal yang terjadi saat acara salawatan di Desa Krecek, Kecamatan Badas, kembali dilaksanakan pada Selasa (29/4). Agenda sidang yang berlangsung sejak pukul 14.10 WIB ini menghadirkan dua orang saksi ahli yang memberikan keterangan penting terkait kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh para korban.

Dua saksi tersebut adalah dr. Dodi Kriswanto dari Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) serta Bagus Sri Aji, perwakilan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan gangguan serius pada saluran pencernaan.

Menurut dr. Dodi, tiga jenis bakteri yang terdeteksi adalah Bacillus cereusStaphylococcus aureus, dan Escherichia coli (E. coli). “Apabila makanan yang tercemar bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, maka gejala umum yang muncul adalah mual hingga muntah,” ujarnya dalam persidangan. Ia menambahkan bahwa reaksi tiap individu berbeda, tergantung pada kondisi kekebalan tubuh dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

“Jika tidak segera ditangani secara medis, pasien dapat mengalami dehidrasi parah yang berpotensi membahayakan nyawa,” terang dr. Dodi. Ia juga menegaskan bahwa walau gangguan utama terjadi di saluran cerna, dampaknya bisa meluas hingga menimbulkan komplikasi serius.

Sementara itu, Bagus Sri Aji menjelaskan proses pemeriksaan sampel makanan dan minuman yang dikumpulkan dari tempat kejadian. Pengujian dilakukan terhadap 12 contoh barang yang mencakup stik rasa keju dan cokelat serta susu dengan rasa jeruk. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium di Surabaya karena keterbatasan alat di Kediri.

“Kami menemukan beberapa produk makanan yang telah melewati masa kadaluarsa, namun label tanggalnya telah dimanipulasi,” ungkap Bagus. Ia menegaskan bahwa tim BPOM dapat membedakan antara label asli dari produsen dengan label palsu hasil rekayasa. “Label asli sulit dihapus, sedangkan yang palsu mudah hilang hanya dengan digeser menggunakan jari,” tambahnya.

Keterangan kedua saksi tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan silang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Ayu.

Di sisi lain, kuasa hukum terdakwa Supriyadi menyatakan bahwa keterangan dokter tidak dapat memberikan ukuran pasti terkait batas toleransi kesalahan yang menyebabkan keracunan. Ia mengungkapkan akan menghadirkan saksi yang dapat meringankan kliennya pada persidangan yang akan datang, dijadwalkan pada Selasa (6/5).

“Nantinya kami hadirkan dari pihak distributor makanan ringan UD Tiga Putra serta korban yang memperoleh bantuan biaya pengobatan,” ucapnya.

Sebagai informasi, terdakwa atas nama Anik dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 2 dan 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 146 ayat 1 huruf A jo Pasal 143 dan Pasal 99 Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Tak hanya itu, Anik juga dijerat dengan Pasal 204 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Persidangan ini menjadi sorotan masyarakat karena menyangkut keamanan pangan dalam kegiatan keagamaan yang dihadiri oleh banyak warga.(Red.R)

Muhammadiyah Bojonegoro Kutuk Aksi Brutal di Musala Saat Subuh: Desak Masyarakat Jaga Toleransi dan Kemanusiaan

  


Bojonegoro, newsjavapost.my.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro mengeluarkan pernyataan tegas mengecam insiden tragis pembacokan yang menimpa tiga jemaah saat salat Subuh di Musala Al Manar, Kecamatan Kedungadem, Selasa (29/4/2025). Tragedi itu menewaskan satu orang dan menyebabkan dua lainnya mengalami luka serius.

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Bojonegoro, Sholikin Jamik, menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk kekerasan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan. Meski insiden dipicu oleh persoalan pribadi, Muhammadiyah menilai kekerasan semacam ini tak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun.

“Ini tindakan biadab yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam. Apalagi dilakukan saat salat berjemaah. Kami sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan tersebut,” ujar Sholikin, Rabu (30/4/2025).

Dalam ajaran Islam, lanjut Sholikin, membunuh satu jiwa yang tak bersalah sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Ia menekankan pentingnya mengedepankan sikap sabar, kasih sayang, dan penyelesaian konflik secara damai.

Sebagai respon terhadap kejadian ini, Muhammadiyah Bojonegoro akan menggelar program sosial dan edukasi masyarakat tentang pentingnya perdamaian, toleransi, dan penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Gerakan ini akan difokuskan pada lingkungan tempat ibadah dan komunitas warga yang rawan konflik.

“Ini bukan hanya soal kasus hukum. Ini panggilan moral bagi kita semua untuk lebih peka terhadap konflik sosial di sekitar kita,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden pembacokan terjadi di Musala Al Manar dan menewaskan Abdul Aziz (63), eks Sekcam yang kini menjabat Ketua RT. Dua korban lainnya, termasuk istrinya, Arik Wijayanti (60) dan Cipto Rahayu (65), mengalami luka parah di bagian kepala dan masih menjalani perawatan intensif.

Pelaku, Sujito (67), yang juga merupakan warga sekitar sekaligus jemaah musala, telah diamankan oleh polisi dan kini dalam pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Bojonegoro.

Muhammadiyah dalam pernyataan resminya menegaskan tiga poin utama:

  1. Mengutuk segala bentuk kekerasan dan pembunuhan.

  2. Menjunjung tinggi nilai kehidupan dan kehormatan manusia.

  3. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni, toleransi, dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.(Red.R)

Ancaman Terhadap Polisi di Mapolres Pacitan, Polda Jatim Tetapkan Dua Tersangka Termasuk Eks Napite

  


Surabaya, newsjavapost.my.id – Situasi sempat memanas di Mapolres Pacitan usai insiden kecelakaan lalu lintas yang berbuntut pada tindakan intimidasi terhadap anggota kepolisian. Dua pria paruh baya, salah satunya merupakan mantan narapidana kasus terorisme, terlibat dalam aksi pengancaman kepada petugas saat proses mediasi terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

Meski sempat beredar kabar bahwa para pelaku mengancam akan meledakkan markas polisi, Polda Jawa Timur menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa meski benar terjadi pengancaman, tidak ditemukan bukti yang mengarah pada rencana aksi terorisme atau bahan peledak.

"Yang bersangkutan kami proses dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 336 KUHP tentang pengancaman, dan Pasal 212 KUHP mengenai perlawanan terhadap petugas yang sah," jelas Jules dalam keterangan resmi pada Rabu (30/4/2025).

Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (25/4/2025) pagi, di mana kedua pria tersebut datang ke Mapolres Pacitan untuk mempertanyakan penanganan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rekannya. Namun, suasana berubah drastis ketika mereka mengeluarkan ancaman bernada tinggi, termasuk mengancam akan membunuh petugas.

Informasi awal menyebutkan bahwa pelaku sempat menunjukkan benda yang menyerupai senjata api. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi sempat menutup akses Jalan Ahmad Yani di depan Mapolres Pacitan hingga kawasan Paviliun Wijaya Kusuma.

Keduanya kini telah diamankan dan dibawa ke Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum. Polisi memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur, dan masyarakat diminta untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. (Red.R)

Kepala Desa Plampangrejo Banyuwangi Lepas Jabatan Usai Ditekan Warga dengan Mosi Tidak Percaya

  


Banyuwangi, newsjavapost.my.id – Yudi Wiyono secara resmi meletakkan jabatannya sebagai Kepala Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, menyusul gelombang desakan dari warga yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya.

Pengunduran diri Yudi disampaikan secara terbuka melalui sebuah video pernyataan yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa keputusannya diambil demi menjaga kondusivitas dan ketertiban di tengah masyarakat desa.

“Demi kebaikan bersama dan agar suasana desa kembali harmonis, saya memilih mundur dari jabatan kepala desa,” ujar Yudi dalam video tersebut.

Aksi warga yang menuntut Yudi mundur dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kepemimpinan dan sejumlah kebijakan yang dianggap tidak transparan. Desakan tersebut akhirnya berujung pada keputusan Yudi untuk melepaskan tanggung jawabnya sebagai pemimpin desa.

Pemerintah Kecamatan Cluring menyatakan akan segera menindaklanjuti proses administrasi pascapengunduran diri ini, termasuk menunjuk penjabat sementara untuk menjalankan roda pemerintahan di Desa Plampangrejo hingga terpilihnya kepala desa definitif.

Warga berharap, ke depan pemimpin desa yang baru mampu membawa perubahan yang lebih baik dan membangun kembali kepercayaan publik yang sempat goyah.(Red.R)

Konflik Warisan di Pasuruan Memanas, Ahli Waris Tuntut Keadilan Usai Orang Tuanya Diamankan Polisi

  


Pasuruan, newsjavapost.my.id – Sengketa tanah warisan yang berlokasi di Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan, memasuki babak baru. Anita, salah satu ahli waris, menyuarakan kekecewaannya terhadap proses hukum yang menimpa keluarganya setelah orang tuanya diamankan oleh pihak Polres Pasuruan Kota.

Menurut Anita, penanganan kasus tersebut dinilai tidak berpihak dan mengabaikan fakta-fakta yang menguatkan posisi keluarganya sebagai ahli waris sah atas aset tersebut. Ia menduga ada perlakuan yang tidak adil dalam penyelesaian sengketa tanah yang telah berlangsung cukup lama itu.

“Kami hanya ingin mendapatkan hak kami sesuai hukum. Tapi kenapa justru orang tua saya yang diamankan, seolah-olah kami yang bersalah?” ujarnya dengan nada kecewa.

Kasus ini menarik perhatian publik karena menyangkut persoalan hak waris yang masih menjadi permasalahan umum di masyarakat. Anita berharap aparat penegak hukum bertindak netral dan transparan agar tidak mencederai rasa keadilan.

Pihak keluarga kini tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan dan meminta perhatian dari pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, agar turut mengawasi proses penyelesaian perkara tersebut dengan jujur dan objektif. (Red.R)

Polres Pasuruan Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Kakak Ipar Jadi Buronan

  


Pasuruan, newsjavapost.my.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Pasuruan tengah menangani laporan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang anak perempuan berusia 7 tahun di wilayah Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban melaporkan adanya tindakan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh kakak ipar korban. Pihak kepolisian langsung merespons cepat dengan melakukan pemeriksaan awal serta upaya pelacakan terhadap terduga pelaku, yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan mendalam. Saat ini, terduga pelaku masih dalam pengejaran,” ujar salah satu penyidik Polres Pasuruan.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat luas, terutama karena korbannya masih sangat belia. Lembaga Perlindungan Anak di wilayah Pasuruan turut mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan pengawasan dan edukasi bagi anak-anak dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. (Red.R)

Pemkot Kediri Benahi Kabel Internet Semrawut di Jalan Sam Ratulangi

  


Kediri, newsjavapost.my.id – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penataan ulang jaringan kabel internet yang semrawut di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota, pada Rabu (30/4/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperindah wajah kota serta memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Banyak kabel internet yang sebelumnya menjuntai dan tidak tertata dengan baik, kini dirapikan dan diposisikan sesuai standar penataan ruang.

“Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur jaringan ini tidak mengganggu estetika kota dan keselamatan masyarakat,” kata salah satu petugas PUPR di lokasi.

Selain meningkatkan kualitas tata ruang kota, kegiatan ini juga bertujuan mendukung ketersediaan jaringan komunikasi yang andal tanpa mengorbankan kenyamanan lingkungan. Penataan kabel dilakukan bekerja sama dengan sejumlah provider internet yang beroperasi di kawasan tersebut.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Mereka berharap agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala, khususnya di area yang padat infrastruktur jaringan. Pemerintah juga mengimbau agar perusahaan penyedia layanan internet lebih tertib dalam pemasangan kabel, demi mewujudkan kota yang tertata dan aman.(Red.R)

Kecurangan Joki UTBK di Universitas Jember Picu Kekhawatiran Wali Peserta

  


Jember. newsjavapost.my.id– Para wali peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, merasa resah atas terungkapnya praktik kecurangan berupa penggunaan jasa joki.

Kecemasan orang tua ini tak hanya berkaitan dengan integritas seleksi, tetapi juga berdampak pada kepercayaan terhadap sistem pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi kejujuran dan kompetensi individu. Mereka khawatir anak-anak mereka yang telah belajar keras akan dirugikan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya hanya ingin hasil ujian ini benar-benar mencerminkan kemampuan asli anak saya. Kalau ada yang menggunakan jalan pintas, itu sangat merugikan,” ujar salah satu orang tua peserta yang enggan disebutkan namanya.

Pihak Universitas Jember dan panitia pelaksana UTBK SNBT diminta untuk segera mengambil langkah tegas dan transparan dalam menyelidiki kasus ini, serta memastikan ujian berlangsung secara adil bagi semua peserta. Keamanan dan kejujuran pelaksanaan UTBK dinilai sangat krusial dalam menentukan masa depan pendidikan anak bangsa.

Masyarakat berharap agar pengawasan ditingkatkan serta sanksi tegas diberikan kepada pelaku kecurangan, demi menjaga kualitas dan kredibilitas proses seleksi nasional.(Red.R)

Senin, 28 April 2025

Kejaksaan Negeri Kediri Musnahkan Barang Bukti dari 43 Kasus Hukum Tetap

 

KEDIRI, newsjavapost.my.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri pada Selasa (29/4) melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti (BB) hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Proses ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemberantasan tindak kejahatan di wilayah Kediri.

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 43 perkara yang telah disidangkan dan memperoleh putusan hukum final, mencakup rentang waktu mulai 12 Desember 2024 hingga 28 April 2025.

Beragam barang bukti dimusnahkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari narkotika, senjata tajam, alat komunikasi, hingga minuman keras. Adapun barang-barang tersebut terdiri dari 6,03 gram sabu-sabu beserta alat hisapnya, 25,35 gram ganja kering, 74.348 butir pil dobel L, setengah butir ekstasi, dan 6.750 butir pil kuning. Selain itu, juga turut dimusnahkan 1 unit telepon genggam, 2 buah parang, 2 pisau, 134 botol minuman beralkohol, serta 1 jeriken arak dengan volume 25 liter.

“Pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menegakkan hukum dan mencegah peredaran barang-barang ilegal,” ujar Kepala Kejari Kota Kediri, Andi Minarwaty. Ia menambahkan bahwa metode pemusnahan disesuaikan dengan jenis barangnya agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud transparansi Kejari Kota Kediri kepada masyarakat dalam menindaklanjuti hasil keputusan pengadilan yang telah inkrah.

Untuk memperoleh berita-berita terbaru dari Jawa Pos Radar Kediri, Anda bisa bergabung dalam Grup Telegram "Radar Kediri" melalui tautan join telegramradarkediri. Pastikan aplikasi Telegram telah terpasang di perangkat Anda sebelum bergabung.(Red.R)

Tragedi Subuh di Bojonegoro Mantan Sekcam Tewas Dibacok di Musala, Dua Korban Lain Luka Parah

  


Bojonegoro, newsjavapost.my.id Warga Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, digegerkan oleh insiden tragis yang terjadi saat ibadah salat Subuh berjemaah, Selasa (29/4/2025). Seorang mantan pejabat pemerintah desa, Abdul Aziz (63), tewas mengenaskan usai dibacok oleh tetangganya sendiri di Musala Al-Manar yang berada tak jauh dari kediamannya.

Korban merupakan mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kedungadem dan saat ini menjabat sebagai Ketua RT 004. Dalam peristiwa mengerikan itu, dua orang lainnya juga menjadi korban pembacokan, yakni istri Aziz, Arik Wijayanti (60) yang berprofesi sebagai guru, serta H. Cipto Rahayu (63), seorang warga yang dikenal sebagai pengelola koperasi lokal.

Pelaku diketahui bernama Sujito, tetangga dekat para korban yang selama ini juga rutin beribadah di musala yang sama. Diduga pelaku membawa sebilah parang saat masuk musala, lalu tiba-tiba menyerang para korban yang sedang khusyuk menjalankan ibadah Subuh.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik,” ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono.

AKP Bayu menjelaskan bahwa Abdul Aziz meninggal di tempat kejadian akibat luka bacok parah. Sementara dua korban lainnya dalam kondisi luka berat dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi. Barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku juga telah diamankan.

“Motif penyerangan masih kami dalami. Saat ini kami fokus pada penyelidikan dan mengungkap latar belakang pelaku melakukan aksi brutal tersebut,” imbuh AKP Bayu.

Tragedi ini mengejutkan warga sekitar karena selama ini musala tersebut dikenal sebagai tempat ibadah yang damai. Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap motif sebenarnya dan memberikan keadilan bagi para korban.(Red.R)

Sindikat Deepfake Motor Murah yang Libatkan Nama Gubernur Khofifah Terbongkar, 3 Pelaku Diamankan

  


Surabaya, newsjavapost.my.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil mengungkap praktik penipuan bermodus video hoaks yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tiga pelaku yang terlibat dalam penyebaran video deepfake bermuatan penipuan, yang mencatut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, telah ditangkap di Pangandaran, Jawa Barat.

Ketiganya yakni HMP (22), AH (34), dan UP (24) resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah video manipulatif mereka viral di media sosial, khususnya TikTok. Dalam video tersebut, para pelaku memalsukan suara dan visual seolah-olah Gubernur Khofifah sedang menawarkan sepeda motor seharga Rp 500 ribu sebagai program bantuan pemerintah.

Tak hanya nama Khofifah, para pelaku juga menyertakan Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Barat dalam skenario palsu mereka. Video ini sengaja disebarluaskan untuk menarik simpati dan kepercayaan publik. Akibatnya, sekitar 100 orang dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Maluku Utara, tertipu dan mentransfer uang kepada para tersangka.

"Modusnya adalah membuat video editan menggunakan teknologi AI yang menyerupai suara dan wajah tokoh publik, lalu disebar melalui TikTok dan mencantumkan nomor WhatsApp palsu sebagai kontak admin," ungkap Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto dalam konferensi pers, Senin (28/4/2025).

Irjen Nanang menambahkan bahwa teknologi semacam ini bagaikan pisau bermata dua. "Di satu sisi bisa sangat membantu, tapi di sisi lain sangat berbahaya jika digunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan," ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah Dinas Kominfo Pemprov Jatim melaporkan kejadian tersebut pada 14 April 2025. Tim Siber Polda Jatim kemudian melakukan pelacakan dan berhasil mengamankan para pelaku di sebuah penginapan. Mereka ditangkap tanpa perlawanan, dan saat ini dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim, Kombes Bagoes Wibisono, menyebutkan bahwa para pelaku telah meraup keuntungan hingga Rp 87 juta dari aksi penipuan ini. Mereka mengaku sengaja memanfaatkan teknologi deepfake agar terlihat meyakinkan.

Kapolda Jatim mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi di media sosial, terutama tawaran yang terdengar tidak masuk akal. Ia juga meminta warganet tidak mudah percaya pada konten video yang mencatut nama pejabat publik.

"Bijaklah menggunakan media sosial. Jangan langsung percaya pada setiap unggahan, apalagi jika menyangkut uang," tegas Nanang.

Polda Jatim akan menindak tegas praktik manipulasi informasi digital yang merugikan masyarakat serta mencemarkan nama baik tokoh-tokoh publik. Ketiga tersangka kini dijerat pasal tentang penyebaran hoaks dan penipuan elektronik, serta terancam hukuman penjara maksimal enam tahun.(Red.R)

Vinanda Prameswati Raih Penghargaan PWI Jatim sebagai Tokoh Muda Inovatif dalam Pemberdayaan Sosial

  


Surabaya, newsjavapost.my.id – Komitmen kuat Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam mendorong pemberdayaan masyarakat kembali menuai apresiasi. Dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-79 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Vinanda dinobatkan sebagai “Tokoh Muda Inovatif Pemberdaya Sosial”.

Penghargaan bergengsi dari PWI Jatim Awards ini diberikan kepada tokoh-tokoh publik yang dinilai berkontribusi besar dalam kemajuan daerah serta memiliki pengaruh positif melalui program-program berkelanjutan.

Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menjelaskan bahwa Vinanda terpilih karena kiprah aktifnya dalam kegiatan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN), ia dianggap berhasil menciptakan ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mengatasi isu sosial dan lingkungan.

“Bu Vinanda memiliki peran sentral dalam penguatan ekonomi lokal dan inisiatif pelestarian lingkungan. Inovasi-inovasinya terbukti membawa perubahan signifikan di Kediri,” ungkap Lutfil pada Senin (28/4/2025).

Selain menjabat sebagai Ketua Harian RSTN, Vinanda juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kewirausahaan. Ia memiliki rekam jejak panjang sejak masa kuliahnya di Universitas Brawijaya, termasuk dalam kegiatan riset hukum di FKPH dan perjuangannya bersama pedagang kecil sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Kediri.

Ia juga berperan sebagai Sekretaris Mitra Bisnis Asperda Jawa Timur dan konsisten memperjuangkan ekonomi rakyat melalui pelatihan, akses pasar, dan pendampingan usaha mikro.

“Perjalanan Bu Vinanda menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi aksi nyata. Ia berhasil membangun jembatan antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan,” imbuh Lutfil.

Atas penghargaan tersebut, Vinanda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Ia menekankan pentingnya peran media dalam mendukung program pembangunan yang pro-rakyat dan mengajak seluruh insan pers menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Kediri. Semoga ini menjadi penyemangat kami untuk terus bekerja keras dalam menciptakan kota yang inklusif dan berdaya," ujar Vinanda.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus membuka ruang bagi kolaborasi dan partisipasi warga, serta menjadikan kritik dari media sebagai bahan evaluasi yang membangun.(Red.R)

Kombes Pol Christian Tobing Dianugerahi PWI Jatim Award atas Dedikasi di Bidang Kepolisian

  


Surabaya, newsjavapost.my.id – Rangkaian acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 sekaligus perayaan HUT ke-79 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur berlangsung semarak. Salah satu momen paling ditunggu dalam acara tersebut adalah pemberian PWI Jatim Awards, sebuah bentuk apresiasi bagi individu yang menunjukkan dedikasi dan kinerja luar biasa di bidangnya masing-masing.

Salah satu penerima penghargaan istimewa tahun ini adalah Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing. Penghargaan diberikan langsung oleh pengurus PWI Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan atas komitmen dan kiprah beliau dalam menjaga stabilitas keamanan serta kedekatan dengan masyarakat dan media.

“Beliau kami nilai berhasil membangun komunikasi yang baik dengan awak media, serta aktif mengedepankan pendekatan humanis dalam penegakan hukum,” ujar Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, dalam sambutannya.

Kombes Pol Christian Tobing sendiri menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas apresiasi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara institusi kepolisian dan pers merupakan fondasi penting dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan kondusif.

"Penghargaan ini bukan hanya milik saya, tapi juga milik seluruh jajaran Polresta Sidoarjo. Ini menjadi penyemangat kami untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," ungkapnya penuh haru.

Christian Tobing dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas namun komunikatif. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program berbasis pelayanan publik dan edukasi hukum terus digencarkan, termasuk penguatan peran Bhabinkamtibmas dalam mengedukasi warga.

Acara puncak HPN 2025 ini tidak hanya dihadiri oleh insan pers, tetapi juga para kepala daerah, tokoh publik, dan berbagai elemen masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap peran strategis media dalam demokrasi.(Red.R)

Pemkab Banyuwangi Gencarkan Perbaikan Rumah Warga Kurang Mampu, Ipuk Libatkan Bank Jatim

  


Banyuwangi, newsjavapost.my.id – Komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mengurangi angka kemiskinan terus ditunjukkan secara konkret. Di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani, program rehabilitasi rumah tidak layak huni terus digalakkan. Kali ini, langkah strategis diambil dengan menggandeng sektor perbankan, khususnya Bank Jatim, dalam mempercepat pelaksanaan program tersebut.

Program ini tidak hanya sekadar membangun rumah secara fisik, tetapi juga mengusung semangat kebersamaan melalui kolaborasi berbagai elemen. Mulai dari pemerintah daerah, perusahaan swasta, hingga warga sekitar ikut bahu-membahu memperbaiki kondisi hunian warga yang selama ini tinggal dalam rumah yang jauh dari kata layak.

"Ini adalah upaya kolaboratif. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Maka kami libatkan banyak pihak, termasuk Bank Jatim, yang merespons dengan sangat baik,” ungkap Bupati Ipuk, Selasa (29/4/2025).

Menurutnya, kualitas tempat tinggal sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Rumah yang sehat dan aman menjadi titik awal untuk kehidupan yang lebih baik, terutama bagi keluarga dengan anak-anak dan lansia.

Dalam pelaksanaan program ini, Bank Jatim memberikan dukungan dalam bentuk dana CSR (Corporate Social Responsibility), yang langsung dialokasikan untuk merenovasi rumah-rumah warga yang sudah terverifikasi masuk dalam kategori tidak layak huni.

“Satu demi satu rumah warga kita benahi. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni,” lanjut Ipuk.

Warga yang rumahnya direnovasi menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. “Saya tidak menyangka rumah saya bisa diperbaiki secepat ini. Terima kasih untuk Ibu Bupati dan semua yang terlibat,” ujar Suyati, salah satu penerima manfaat di Kecamatan Kalipuro.

Program bedah rumah ini sejalan dengan target pengurangan kemiskinan ekstrem yang dicanangkan pemerintah pusat. Ipuk menegaskan, Banyuwangi tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Ke depan, Pemkab Banyuwangi berencana memperluas jangkauan program dengan menjalin kerja sama dengan lebih banyak pihak, termasuk BUMN dan lembaga sosial.(red.R)

Lomba Mewarnai di Kediri Ajarkan Anak Pilah Sampah dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

(by antara news) KEDIRI – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri sejak usia dini. Salah sat...