Selasa, 30 Juni 2026

Tragis! Manuver Menyalip Picu Kecelakaan Beruntun di Ponorogo, Satu Pengendara Meninggal

Petugas mengevakuasi minibus Suzuki Carry yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Ponorogo–Wonogiri, Desa Carat, Kecamatan Kauman.(photo by radar madiun)


PONOROGO-  Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga sepeda motor dan satu minibus terjadi di Jalan Raya Ponorogo–Wonogiri, tepatnya di Desa Carat, Kecamatan Kauman, pada Senin (29/6). Insiden tragis tersebut diduga dipicu oleh manuver mendahului yang tidak aman dan berakhir dengan meninggalnya seorang pengendara sepeda motor.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo, Iptu Abdul Cholik, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika Dicky Nur Yasin (20), warga Desa Karangan, Kecamatan Badegan, mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE 6801 TU dari arah Wonogiri menuju Ponorogo. Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya.

Namun, ketika melakukan manuver tersebut, korban diduga kehilangan kendali atas sepeda motornya hingga terjatuh ke badan jalan. Akibatnya, tubuh korban dan kendaraannya masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah minibus Suzuki Carry AE 1930 SR yang dikemudikan Valdo Taufana Gusta (17). Tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Benturan awal itu memicu kecelakaan susulan. Sepeda motor Honda Beat milik korban yang tergeletak di tengah jalan kemudian kembali ditabrak oleh Honda Beat AE 3710 VB yang dikendarai Bryant Yoga Dayu (27), warga Kabupaten Pacitan, yang melaju searah di belakang korban.

Di sisi lain, pengemudi Suzuki Carry berupaya menghindari korban dengan membanting setir ke arah kanan. Sayangnya, tindakan tersebut justru membuat kendaraan yang dikemudikannya masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan Honda Supra AE 2199 SP yang dikendarai Pungky Gita Safarinda (31), warga Kecamatan Kauman.

Akibat rangkaian kecelakaan tersebut, Dicky Nur Yasin mengalami cedera kepala berat. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, para pengendara lain yang terlibat dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah memperoleh perawatan.

Hingga kini, Satlantas Polres Ponorogo masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat hendak mendahului kendaraan lain. Pengendara diminta memastikan kondisi arus lalu lintas benar-benar aman, memiliki jarak pandang yang cukup, serta tidak memaksakan manuver yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.(red/lis)

Senin, 29 Juni 2026

Sapi Terperosok ke Septic Tank Saat Diturunkan dari Truk, Damkarmat Gunungkidul Berhasil Lakukan Evakuasi

Personel Damkarmat Gunungkidul berhasil mengevakuasi sapi yang terperosok ke dalam septic tank (photo by radarjogja)



GUNUNG KIDUL- Proses penurunan seekor sapi dari sebuah truk di Padukuhan Pugeran, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, berakhir dengan insiden tak terduga. Sapi yang semula akan dipindahkan ke kandang tiba-tiba lepas dari kendali setelah tali pengikatnya terlepas. Hewan berbobot besar tersebut kemudian berlari ke arah area instalasi pengolahan limbah ternak sebelum akhirnya terperosok ke dalam septic tank.

Beruntung, laporan dari warga segera ditindaklanjuti oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul. Berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi, sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup tanpa mengalami cedera.

Kepala Pelaksana Damkarmat Gunungkidul, Handoko, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 08.45 WIB. Setelah menerima informasi, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus proses penyelamatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, insiden bermula ketika sapi hendak diturunkan dari bak truk. Saat proses berlangsung, tali pengikat yang digunakan tiba-tiba terlepas sehingga sapi panik dan berlari tanpa bisa dikendalikan.

"Awalnya sapi hendak digiring menuju kandang. Namun karena tali pengikat terlepas, sapi justru berlari ke arah instalasi pengolahan limbah ternak dan akhirnya terjatuh ke dalam sumur resapan atau septic tank," ujar Handoko kepada wartawan, Senin (29/6).

Handoko mengungkapkan, septic tank tempat sapi terjatuh memiliki diameter sekitar 90 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Ukuran lubang yang relatif sempit membuat proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra karena ruang gerak petugas menjadi terbatas.

Meski demikian, seluruh proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman. Tim rescue menerapkan teknik evakuasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar sapi dapat diangkat tanpa mengalami cedera maupun membahayakan keselamatan personel.

"Terselamatkan tanpa cedera," kata Handoko.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Damkarmat Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan sebanyak sembilan personel diterjunkan dalam operasi penyelamatan tersebut. Seluruh petugas bekerja secara terkoordinasi dengan menggunakan metode evakuasi yang aman mengingat ukuran tubuh sapi dan kondisi lokasi yang cukup sempit.

"Alhamdulillah sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada kendala berarti selama proses penanganan di lapangan," ujarnya.

Ngadiyono menambahkan, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi para peternak maupun masyarakat agar lebih memperhatikan prosedur keselamatan ketika memindahkan hewan ternak berukuran besar. Menurutnya, penggunaan tali pengikat yang kuat, pemeriksaan kondisi peralatan sebelum proses bongkar muat, serta pengendalian hewan secara maksimal merupakan langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.

Ia juga menegaskan bahwa tugas Damkarmat tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran. Instansi tersebut juga memiliki fungsi penyelamatan (rescue) dalam berbagai kondisi darurat, termasuk evakuasi hewan ternak, satwa liar, maupun penyelamatan lainnya yang membutuhkan penanganan khusus.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu segera melapor apabila menghadapi situasi darurat yang membutuhkan bantuan penyelamatan. Dengan laporan yang cepat, penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko kerugian maupun korban dapat diminimalkan," pungkasnya.(red/lis)

Program Makan Bergizi Gratis Bakal Dirombak, BGN Siapkan Efisiensi Anggaran hingga Rp40 Triliun

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ( photo by radar jogja )

 

JOGJA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengalami perubahan besar, terutama dari sisi pengelolaan anggaran. Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, tengah menyiapkan langkah efisiensi secara menyeluruh guna memastikan program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Langkah penghematan tersebut disebut-sebut dapat mencapai sekitar Rp40 triliun. Upaya ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Informasi tersebut diperkuat oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menggelar pertemuan dengan Kepala BGN pada Kamis (25/6/2026). Menurutnya, inisiatif penghematan anggaran berasal langsung dari BGN, bukan dari Kementerian Keuangan.

"Nanti akan signifikan pemotongannya. Tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).

Meski belum menyebut angka pasti, Purbaya tidak menampik bahwa nilai efisiensi yang tengah dihitung berpotensi mendekati Rp40 triliun sebagaimana informasi yang beredar di publik.

DPR Dukung Langkah Efisiensi

Rencana efisiensi anggaran tersebut mendapat respons positif dari Komisi IX DPR RI. Anggota Komisi IX, Zainul Munasichin, mengungkapkan bahwa BGN telah memaparkan sejumlah strategi untuk menekan belanja negara tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Menurutnya, strategi tersebut juga menjadi bagian dari penyusunan anggaran MBG tahun 2027 yang sebelumnya diajukan mencapai sekitar Rp270 triliun. Dengan adanya evaluasi ini, pemerintah berharap kebutuhan anggaran dapat disesuaikan dengan kondisi fiskal sekaligus meningkatkan efektivitas program.

Empat Strategi Penghematan Anggaran MBG

Dalam paparannya kepada DPR, BGN menyiapkan empat langkah utama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

1. Evaluasi Sasaran Penerima Manfaat

Pemerintah akan mengkaji ulang kelompok penerima manfaat program. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah tidak lagi memasukkan siswa jenjang SMA atau sederajat sebagai penerima MBG.

Kelompok ini diperkirakan berjumlah sekitar 11 juta siswa. Apabila kebijakan tersebut diterapkan, anggaran yang dapat dihemat dinilai cukup besar tanpa mengurangi fokus program terhadap kelompok usia yang dianggap lebih membutuhkan.

2. Pengurangan Hari Penyaluran Makanan

Skema distribusi makanan juga akan disesuaikan. Jika sebelumnya makanan bergizi diberikan selama 25 hari dalam sebulan atau enam hari setiap pekan, ke depan penyaluran direncanakan hanya berlangsung pada hari kerja, yakni Senin hingga Jumat.

Artinya, jumlah hari distribusi akan berkurang menjadi sekitar 20 hari setiap bulan. Program juga tidak akan berjalan pada hari libur nasional maupun masa libur sekolah sehingga biaya operasional dapat ditekan.

3. Penyesuaian Insentif SPPG

BGN juga akan mengevaluasi skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selama ini setiap SPPG memperoleh insentif sekitar Rp6 juta per hari tanpa memperhitungkan jumlah penerima layanan. Dalam skema baru, besaran insentif akan dihitung berdasarkan kapasitas pelayanan masing-masing SPPG sehingga pendanaan dinilai lebih adil dan efisien.

4. Penerapan Sistem Klasifikasi Kinerja

Selain itu, seluruh SPPG akan dikelompokkan berdasarkan kapasitas operasional dan tingkat kinerjanya.

Melalui sistem klasifikasi tersebut, pemerintah dapat menentukan besaran anggaran yang lebih proporsional bagi setiap satuan pelayanan. Dengan demikian, alokasi dana tidak lagi disamaratakan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan performa masing-masing daerah.

DPR Beri Waktu Dua Pekan untuk Finalisasi

Komisi IX DPR RI memberikan waktu sekitar dua pekan kepada Badan Gizi Nasional untuk menyempurnakan seluruh perhitungan efisiensi tersebut.

Hasil evaluasi nantinya akan dibahas kembali dalam rapat dengar pendapat sebelum diputuskan sebagai bagian dari kebijakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis pada tahun mendatang.

Kemenkeu Perketat Pengawasan Anggaran

Selain melakukan efisiensi, pemerintah juga akan memperkuat sistem pengawasan terhadap penggunaan anggaran MBG.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Kementerian Keuangan akan melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di berbagai daerah untuk memantau operasional SPPG secara berkala.

Langkah ini dilakukan agar penggunaan anggaran tetap sesuai ketentuan dan meminimalkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Menurut Purbaya, koordinasi dengan BGN juga berjalan baik. Bahkan kedua pihak sepakat untuk memberikan tindakan tegas apabila ditemukan pelaksanaan program yang tidak sesuai aturan.

Penguatan SDM Keuangan

Tidak hanya mengawasi penggunaan dana, Kementerian Keuangan juga siap membantu memperkuat kapasitas internal BGN melalui penempatan tenaga ahli di bidang pengelolaan keuangan.

Para ahli tersebut nantinya akan bekerja sama dengan tenaga gizi yang telah ada sehingga tata kelola Program Makan Bergizi Gratis menjadi lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Melalui kombinasi efisiensi anggaran, evaluasi sasaran penerima manfaat, serta pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat tetap berjalan secara optimal. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efektif dan tepat sasaran.(red/lis)

Selasa, 02 Juni 2026

Antisipasi Aksi Begal Meresahkan, Polres Kediri Perkuat Patroli dan Penindakan

 

foto by radar kediri


KEDIRI - Untuk meningkatkan keamanan dan mencegah aksi kriminalitas jalanan, Polres Kediri membentuk Tim Anti Begal yang terdiri atas personel Satreskrim berpengalaman dalam penanganan berbagai kasus kejahatan. Pembentukan tim ini merupakan bagian dari strategi kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kediri.


Selain berfungsi sebagai langkah preventif, keberadaan Tim Anti Begal juga ditujukan untuk mempercepat respons terhadap laporan maupun informasi gangguan keamanan yang disampaikan masyarakat. Melalui tim khusus ini, Polres Kediri berupaya memberikan perlindungan yang lebih maksimal serta meningkatkan rasa aman bagi warga.


Tim Anti Begal akan berfokus pada upaya pencegahan dan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, hingga tindak kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Tim juga akan bergerak cepat dalam menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari masyarakat.


Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, mewakili Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, menegaskan bahwa kepolisian akan terus memperkuat langkah preventif dan represif guna menjaga keamanan masyarakat serta memastikan wilayah Kabupaten Kediri tetap terbebas dari ancaman kejahatan jalanan.


Dalam pelaksanaannya, Tim Anti Begal tidak bekerja sendiri, melainkan terintegrasi dengan personel di seluruh polsek jajaran. Tim akan secara rutin melaksanakan patroli di sejumlah lokasi yang dianggap rawan tindak kriminalitas. Selain mengantisipasi aksi begal, patroli tersebut juga bertujuan mencegah berbagai potensi gangguan keamanan lainnya demi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri. (red)

Lomba Mewarnai di Kediri Ajarkan Anak Pilah Sampah dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

(by antara news) KEDIRI – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri sejak usia dini. Salah sat...