Kamis, 31 Juli 2025

Pembangunan Gereja Dihentikan Paksa, Jemaat GKJW Mojoroto Kediri Rasakan Tekanan Intoleransi

  


Kediri,  newsjavapost.my.id – Ratusan umat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojoroto, Kota Kediri, tengah menghadapi ujian berat. Pembangunan rumah ibadah mereka terpaksa dihentikan atas perintah pemerintah kota dengan alasan belum mengantongi izin resmi, meski panitia pembangunan telah mengantongi dukungan dari 65 warga sekitar dan lebih dari 200 jemaat.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus intoleransi yang mencoreng semangat kebhinekaan, menyusul kasus serupa yang pernah terjadi di Cidahu dan Padang. Ironisnya, kejadian ini terjadi di Kediri—kota yang belum lama ini disebut sebagai salah satu kota paling toleran oleh Setara Institute.

Sejarah keberadaan komunitas Kristen Jawa di kawasan Mojoroto sudah sangat lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Dulunya bernama Kelompok Rukun Warga (KRW) Abraham, komunitas ini berkembang pesat hingga akhirnya bergabung dalam naungan GKJW.

Populasi umat Kristen di wilayah tersebut cukup signifikan. Berdasarkan sensus 2024, terdapat sekitar 175 kepala keluarga atau sekitar 375 jiwa yang tinggal di wilayah barat Sungai Brantas.

Pada 1995, KRW Abraham menerima hibah sebidang tanah dari salah satu anggota jemaat, berlokasi di Jalan Lintasan Gang IV No. 09, RT 17, RW 05, Kota Kediri. Di masa itu, mereka mengklaim telah mendapatkan restu lisan dari kepala daerah.

Namun, upaya pembangunan gereja di atas lahan tersebut gagal karena mendapat penolakan warga. Sebagai solusi, sejak tahun 1997 hingga 2025, jemaat menyewa kembali lahan tersebut dan menggunakannya sebagai Tempat Pembinaan Masyarakat (TPM) Mojoroto. Penamaan ini dipilih agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pada Mei 2024, panitia resmi dibentuk untuk memulai kembali pembangunan gereja sekaligus mengurus perizinan yang dibutuhkan. Syaratnya, panitia harus mengumpulkan dukungan dari minimal 60 warga sekitar dan 90 anggota jemaat.

“Kami berhasil mendapatkan tanda tangan dari 65 warga sekitar dan lebih dari 200 jemaat, lengkap dengan persetujuan RT dan kelurahan,” ungkap Pendeta Puput, sambil menunjukkan dokumen yang telah dikumpulkan.

Namun, pengajuan izin kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tidak berjalan mulus. Sejumlah pihak dari luar lingkungan RT justru menggerakkan warga untuk menolak pembangunan gereja. Mediasi telah dilakukan berulang kali dengan melibatkan pemerintah kota, FKUB, dan tokoh lintas agama. Anehnya, sebagian pihak menuntut agar dukungan yang telah dikumpulkan dianggap tidak sah dan meminta panitia mengulang dari awal.

Menurut rilis resmi dari Pendeta Puput, tekanan memuncak pada Minggu, 27 Juli 2025. Bertempat di rumah Ketua RT 17, panitia pembangunan mendapat intimidasi secara kolektif dari perwakilan pemerintahan dan sejumlah warga yang digerakkan oleh sosok berinisial M.

Keesokan harinya, Senin 28 Juli 2025, pihak Polsek Mojoroto memanggil panitia pembangunan dan memerintahkan penghentian total aktivitas pembangunan.

“Dengan penuh kesedihan dan rasa frustasi mendalam, panitia akhirnya memutuskan untuk menghentikan pembangunan hingga waktu yang belum ditentukan,” tutur Pendeta Puput lirih.

Peristiwa ini menyisakan luka dan tanda tanya besar: bagaimana mungkin kota yang dikenal toleran bisa membiarkan praktek diskriminatif seperti ini terjadi?

Penulis yang sedang berada dalam perjalanan religi dari Jeddah menuju Madinah, merenungi ironi yang menyelimuti peristiwa ini. Dari tempat suci Raudhah, ia menyelipkan doa agar hati para penolak dilembutkan, dan pembangunan rumah ibadah GKJW Mojoroto bisa dilanjutkan tanpa hambatan, sejalan dengan nilai kasih dan teladan Nabi Muhammad terhadap umat lain.(RED.AL)

Bandara Dhoho Disiapkan Jadi Embarkasi Haji Mulai 2026, Survei Kelayakan Telah Dilakukan

 


 

Kediri,newsjavapost.my.id   – Harapan agar Bandara Dhoho menjadi pintu keberangkatan jemaah haji dari wilayah Kediri tampaknya semakin mendekati kenyataan. Bandara yang baru beroperasi ini tengah dipersiapkan sebagai lokasi embarkasi dan debarkasi jemaah haji, dengan rencana realisasi dimulai pada tahun 2026 mendatang.

Kemarin (31/7), tim dari Badan Penyelenggara Haji (BPH) melakukan survei langsung ke Bandara Dhoho. Kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi kesiapan fasilitas bandara dalam melayani penerbangan haji. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Deputi Pelayanan Haji Dalam Negeri BPH, Puji Raharjo, serta Direktur Dukungan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi, Abdul Haris. Mereka disambut oleh Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI), Maksin Arisandi dan General Manager Bandara Dhoho Kediri, I Nyoman Noer Rohim.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri, Ahmad Zamroni, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari proses kajian penggunaan Bandara Dhoho sebagai lokasi keberangkatan dan pemulangan jemaah haji pada 2026. Pihak BPH menilai infrastruktur, aksesibilitas, akomodasi di sekitar bandara, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Karena SUB (Surabaya) ditargetkan sebagian jemaah hajinya akan diberangkatkan melalui Bandara Dhoho mulai 2026,” ungkap Zamroni.

Zamroni juga menjelaskan bahwa rencana ini sejalan dengan renovasi besar-besaran yang akan dilakukan di Bandara Juanda pada tahun 2028, terutama pada bagian landasan pacu. Oleh karena itu, Bandara Dhoho disiapkan sebagai alternatif strategis untuk mengurangi beban operasional saat renovasi berlangsung.

Salah satu keunggulan Bandara Dhoho adalah panjang landasan pacunya yang lebih memadai dibandingkan Juanda. Dengan panjang tersebut, pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 yang mampu mengangkut hingga 415 penumpang bisa lepas landas langsung ke Arab Saudi tanpa transit.

Hasil survei menunjukkan bahwa fasilitas di Bandara Dhoho sudah dinilai layak untuk mendukung operasional penerbangan haji. Kemenag Kota Kediri pun menyambut positif rencana ini. Namun, Zamroni menambahkan bahwa asrama haji tetap akan dipusatkan di Surabaya seperti sebelumnya, sembari menunggu petunjuk teknis lebih lanjut.

“Pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap. Di tahun 2026 nanti, sebagian jemaah akan berangkat dari Dhoho, sebagian lagi tetap dari Juanda,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa akses jalan tol menuju Bandara Dhoho dari arah Mojokerto diharapkan juga telah rampung pada saat renovasi Juanda dimulai, sehingga proses pemberangkatan jemaah semakin lancar.(RED.AL)

Pekerja Migran Asal Puncu Meninggal di Taiwan, Jenazah Sudah Tiba di Kediri

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Duka menyelimuti keluarga Syah Rizal Fanani, 21 tahun, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Pemuda yang baru setahun merantau ke Taiwan untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu meninggal dunia akibat kegagalan multi-organ. Jenazahnya telah dipulangkan dan tiba di kampung halaman pada Rabu dini hari (31/7).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan resmi dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengenai wafatnya Rizal yang sempat dirawat di Chi-Mei Hospital, Taiwan.

"Almarhum merupakan PMI resmi yang diberangkatkan melalui PT Citra Catur Utama Karya (CCUK) sekitar Agustus 2024 lalu," terang Ibnu.

Setelah dikonfirmasi meninggal pada 17 Juli 2025, Pemerintah Indonesia segera menjalin koordinasi dengan otoritas Taiwan. Jenazah Rizal diberangkatkan dari Taiwan dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (30/7) pukul 13.35 WIB, lalu dibawa ke Kediri melalui perjalanan darat dan sampai di rumah duka pada pukul 02.45 WIB, Kamis dini hari (31/7).

"Seluruh proses pemulangan jenazah ditangani langsung oleh pihak perusahaan penempatan dari Taiwan hingga sampai ke rumah duka," lanjutnya.

Setibanya di Kediri, jenazah langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga dan pemerintah desa oleh Disnaker Kabupaten Kediri serta perwakilan PT CCUK. Setelah prosesi pemakaman selesai, pihak Disnaker turut mendampingi keluarga almarhum dalam pengurusan klaim asuransi yang menjadi haknya sebagai PMI resmi.

“Pengajuan klaim asuransi akan kami bantu fasilitasi melalui pihak PT CCUK. Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan sosial kepada keluarga,” kata Ibnu.

Sebagai bentuk empati, Pemkab Kediri melalui program bansos akan menyalurkan santunan sebesar Rp 3 juta untuk ahli waris almarhum. Proses pencairannya mengikuti aturan yang berlaku.

Tragedi yang dialami Rizal menambah daftar PMI asal Kediri yang meninggal dunia di luar negeri sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, dua kasus serupa juga terjadi.

Pertama, seorang pekerja migran berinisial BA asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Plemahan, meninggal tragis pada 27 Juni lalu setelah melompat dari lantai tiga Bandara Incheon, Korea Selatan.

Kemudian pada 26 Juni, Imam Sari (50) yang sebelumnya tinggal di Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare, dilaporkan wafat di Brunei Darussalam karena sakit stroke.

Kejadian-kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan maksimal bagi pekerja migran, baik sebelum keberangkatan maupun selama menjalankan tugas di luar negeri.(RED.AL)

FKUB Kediri Klarifikasi: Tak Ada Pelarangan Pendirian Gereja, Hanya Minta Prosedur Dipatuhi

  


KEDIRI,  newsjavapost.my.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri membantah adanya pelarangan terhadap pembangunan gereja di wilayahnya. Klarifikasi ini disampaikan menyusul ramai pemberitaan soal penghentian sementara proyek pembangunan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.

Ketua FKUB Kota Kediri, H. Mochamad Salim, menegaskan bahwa lembaganya tidak pernah menghalangi pendirian tempat ibadah manapun. Ia menekankan, FKUB pada dasarnya mendukung penuh setiap rencana pembangunan rumah ibadah, selama prosesnya dilakukan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan konflik sosial.

“Tidak benar jika dikatakan FKUB melarang. Kami mendukung penuh asalkan semua proses administrasi dan syarat sosial dilalui dengan baik,” ujar Salim, Kamis (31/7).

Permohonan pendirian gereja itu, kata Salim, diajukan pada 21 Mei 2024. Namun dalam tahap verifikasi, ditemukan kekurangan dalam dokumen, terutama terkait bukti persetujuan warga dan tahapan sosialisasi.

Menurut Salim, sejumlah warga diketahui telah diminta menandatangani surat dukungan tanpa diberikan penjelasan rinci terkait maksud pendirian gereja. Hal ini kemudian memicu keberatan dari warga, dengan jumlah penolak yang diklaim mencapai lebih dari 250 orang.

“Awalnya warga hanya diberi tahu bahwa tanda tangan itu untuk renovasi bangunan lama. Tapi belakangan baru diketahui itu untuk mendirikan gereja baru. Dari situ muncul penolakan,” paparnya.

Merujuk pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006, lanjut Salim, pendirian rumah ibadah harus dilengkapi dukungan nyata dari warga sekitar dan dilakukan sosialisasi terbuka guna menghindari kesalahpahaman.

FKUB pun merekomendasikan agar seluruh proses perizinan dimulai kembali dari awal. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat, sebelum kembali mengumpulkan tanda tangan.

“FKUB tidak menolak. Warga sendiri yang meminta proses diulang. Kami hanya menjalankan aturan agar tidak muncul potensi konflik,” jelasnya.

Salim menyatakan, selama masih ada penolakan atau ketegangan di lingkungan warga, FKUB tidak bisa mengeluarkan rekomendasi pendirian rumah ibadah.

“Tujuan kami menjaga harmoni dan ketenangan antarumat beragama. Jadi, kalau masih belum kondusif, prosesnya akan kami tunda,” tandasnya.

Sementara itu, Pendeta Puput Yuniatmoko selaku perwakilan GKJW menyampaikan bahwa pihak gereja kini sedang mempersiapkan ulang dokumen dan akan mengikuti arahan FKUB dalam proses selanjutnya.

“Kami sedang berusaha menata kembali prosesnya, secepat mungkin akan kami lanjutkan dengan mekanisme yang sesuai,” kata Puput saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keterbukaan komunikasi antara pengelola tempat ibadah dan masyarakat sekitar. FKUB mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara dialogis, mengedepankan musyawarah dan rasa saling menghormati.(RED.AL)

Polemik Pembangunan GKJW Mojoroto, Kemenag dan FKUB Tekankan Prosedur Izin Harus Dipenuhi

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Proses pembangunan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto memunculkan perbincangan hangat di masyarakat. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri akhirnya buka suara terkait situasi tersebut. Kepala Kemenag Kota Kediri, Ahmad Zamroni, menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan tiga kali mediasi untuk mencari titik temu antara panitia pembangunan dan warga sekitar.

Salah satu hasil dari mediasi itu adalah perlunya pembaruan surat persetujuan warga serta pelaksanaan sosialisasi ulang mengenai rencana pembangunan gereja.

Sebagai informasi, kegiatan pembangunan GKJW di Jalan Lintasan Gang 4, Kelurahan Mojoroto, dihentikan sementara sejak 27 Juli lalu. Proyek ini baru bisa dilanjutkan setelah memperoleh dukungan warga sekitar dan rekomendasi resmi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta Kemenag Kota Kediri.

Masalah muncul karena pembangunan tersebut awalnya disebut sebagai renovasi tempat ibadah sementara, namun belakangan berubah menjadi proyek pembangunan gereja permanen. Hal ini menimbulkan keberatan dari sebagian warga yang meminta agar dilakukan proses perizinan ulang.

"Awalnya yang ada di situ adalah tempat ibadah sementara, bukan gereja permanen. Jadi, fungsinya berbeda dan aturannya pun berbeda," jelas Zamroni.

Ia menyebut, mediasi pertama dilakukan pada 27 Februari 2025 dan menghasilkan kesepakatan untuk memperbarui surat persetujuan dari masyarakat. Selanjutnya, pada 9 Juli, warga mengusulkan agar dilakukan sosialisasi ulang. Lalu pada 27 Juli, disepakati bahwa kegiatan pembangunan dihentikan sementara sampai persyaratan perizinan lengkap.

“Kalau tempat ibadah sementara, izinnya cukup diperbarui setiap dua tahun oleh pemerintah. Tapi kalau gereja permanen, harus ada dukungan minimal dari 60 warga,” papar Zamroni.

Ia menegaskan bahwa penghentian proyek tersebut bukan karena penolakan terhadap tempat ibadah, melainkan semata-mata karena belum terpenuhinya syarat administratif.

Senada, Ketua FKUB Kota Kediri, Mochamad Salim, juga menyampaikan bahwa tidak ada penolakan terhadap pendirian gereja. Namun, ia menyebut ada kekeliruan prosedur sejak awal pengurusan izin.

“Proses permintaan tanda tangan warga tidak melalui prosedur yang seharusnya. Bahkan, surat dukungan belum diketahui oleh kepala kelurahan,” jelas Salim.

Akibatnya, surat-surat pendukung harus diperbaiki beberapa kali. Salim juga menyebut bahwa masyarakat meminta semua proses dimulai dari awal dan dilakukan sosialisasi secara menyeluruh.

Menurutnya, kurangnya komunikasi sejak awal menjadi penyebab utama masalah ini. Pada awalnya, panitia hanya menyampaikan bahwa mereka akan memperbaiki tempat ibadah yang telah lama digunakan. Namun di tengah jalan, muncul bangunan baru yang difungsikan sebagai gereja.

“Yang disampaikan dulu hanya perbaikan rumah kebaktian, bukan mendirikan gereja. Tapi ternyata muncul bangunan gereja baru di belakang rumah itu,” tuturnya.

Karena belum ada kesepakatan di lingkungan warga, FKUB masih menunda penerbitan rekomendasi pendirian gereja. Apalagi, ada beberapa warga yang mencabut dukungannya.

“Karena masalah ini belum tuntas, kami belum bisa mengeluarkan rekomendasi,” tegas Salim.

Sementara itu, Pendeta Puput Yuniatmoko selaku Ketua GKJW Jemaat Kediri belum banyak memberikan tanggapan. Saat dihubungi, ia hanya menyampaikan bahwa dirinya masih fokus menyiapkan pelayanan ibadah dan berusaha menenangkan diri.

“Sekalian menata hati atas situasi ini. Terima kasih,” balasnya singkat lewat pesan WhatsApp.

Di sisi lain, Ketua Badan Musyawarah AntarGereja (Bamag) Kota Kediri, Pendeta Filipus Suwarno, menjelaskan bahwa selama ini pembangunan gereja di Kediri berjalan lancar. Ia mencontohkan pendirian Gereja Mawar Sharon dan Bethany yang tidak mengalami hambatan.

“Untuk GKJW ini, memang ada persoalan di lapangan. Karena itu, FKUB belum bisa memberikan rekomendasi. Tapi kalau sudah kondusif dan seluruh pihak sepakat, maka rekomendasi bisa segera dikeluarkan,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pendirian Tempat Ibadah FKUB Kota Kediri.(RED.AL)

Renovasi Stadion Brawijaya Dikebut, Persik Kediri Siap Sambut Laga Kandang Perdana

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Menjelang pertandingan perdana Liga 1 Indonesia musim 2025/2026, manajemen Persik Kediri terus memacu proses pembenahan Stadion Brawijaya. Fokus utama saat ini adalah meratakan lapisan rumput lapangan dengan teknik top dressing serta menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa perataan rumput dilakukan melalui pengurukan tanah di bagian-bagian yang tidak rata atau sulit ditumbuhi rumput. “Sekarang kami fokus membenahi rumput. Kami lakukan ‘top dress’, terutama di area yang cekung agar permukaannya rata,” jelas Tri, Kamis (31/7).

Untuk proses ini, tanah uruk dan rumput khusus didatangkan langsung dari Malang. Jenis rumput yang digunakan pun disesuaikan agar warna dan teksturnya selaras dengan area lainnya. “Rumput sekarang mulai tumbuh hijau merata. Di beberapa titik yang sebelumnya kurang subur, kini kami tanami ulang dengan jenis yang sama, semua berasal dari Malang,” tambahnya.

Tak hanya perbaikan lapangan, proses pengecatan stadion juga hampir tuntas. Saat ini, cat dengan dominasi warna ungu dan abu-abu telah menghiasi kursi penonton dan tribun barat, dengan progres mencapai 98 persen.

Area ruang ganti pemain juga masuk dalam daftar renovasi prioritas. Tri mengatakan bahwa desain ruang ganti—baik untuk tim tuan rumah maupun tamu—telah dirancang secara khusus oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri. Ditargetkan prosesnya rampung pada 15 Agustus 2025.

“Ruang ganti juga tengah diperbarui. Semua sudah dirancang oleh Dinas PUPR, dan ditargetkan selesai sebelum laga perdana tanggal 15 Agustus nanti,” ujarnya.

Meski demikian, pemasangan lampu stadion menjadi tantangan tersendiri. Karena menggunakan peralatan impor, pemasangan lampu membutuhkan waktu lebih panjang dan diharapkan rampung sebelum 22 Agustus 2025.

Adapun laga kandang pertama Persik Kediri dijadwalkan menghadapi Madura United pada 16 Agustus, dilanjutkan pertandingan kontra Dewa United pada 22 Agustus 2025.

Manajemen Persik menyatakan optimistis bahwa seluruh tahapan renovasi akan selesai tepat waktu dan memenuhi standar teknis dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut menyampaikan harapannya agar proses renovasi ini juga mendapat dukungan dari para suporter. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada.

“Stadion Brawijaya sedang dalam proses pembenahan. Kami mengajak semua elemen, terutama suporter, untuk ikut menjaga kebersihan dan fasilitas stadion agar tetap nyaman digunakan,” ungkapnya.

Vinanda berharap, wajah baru Stadion Brawijaya dapat menjadi pemicu semangat bagi Persik Kediri dan Persikmania untuk mencetak prestasi lebih gemilang di musim ini.(RED.AL)

Persik Kediri Siap Turunkan Harga Tiket, Tribun Brawijaya Bakal Lebih Meriah

 



Kediri,  newsjavapost.my.id – Kabar menggembirakan datang untuk para Persikmania. Panitia pelaksana pertandingan bersama manajemen Persik Kediri tengah menggodok rencana penurunan harga tiket pertandingan kandang untuk musim BRI Liga 1 2025/2026.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menghidupkan kembali atmosfer Stadion Brawijaya, Kota Kediri, yang musim lalu sepi penonton. Rendahnya jumlah suporter yang hadir langsung ke stadion menjadi catatan evaluasi penting bagi manajemen tim berjuluk Macan Putih tersebut.

Wacana penyesuaian harga tiket sempat ramai diperbincangkan di kalangan pendukung setia Persik. Respons positif muncul saat harga tiket diturunkan dalam laga melawan Asia Warriors FC beberapa waktu lalu. Antusiasme penonton melonjak tajam.

Berdasarkan data panitia, lebih dari 8.000 penonton memadati Stadion Brawijaya pada Minggu sore (20/7). Angka ini jauh melampaui jumlah penonton dalam laga kandang musim sebelumnya, yang tak pernah menembus angka 6.000.

Diduga, harga tiket menjadi faktor utama peningkatan minat suporter. Pada laga tersebut, tiket ekonomi dijual seharga Rp 35 ribu dan tiket utama Rp 50 ribu. Sebagai perbandingan, pada musim lalu harga tiket ekonomi dibanderol Rp 65 ribu, tiket utama Rp 110 ribu, dan kelas VIP mencapai Rp 125 ribu.

Suara dari tribun pun makin nyaring. Banyak suporter mendesak agar tiket laga kandang dibuat lebih terjangkau. Mereka menilai harga tiket musim lalu terlalu tinggi, terutama untuk kalangan ekonomi.

“Kalau bisa, tribun ekonomi itu maksimal Rp 50 ribu,” ujar Jian Firman Al Farizi, salah satu pendukung fanatik Persik. Ia menekankan bahwa kondisi stadion saat ini juga menjadi alasan penting untuk menyesuaikan harga tiket.

Jian berharap agar manajemen klub mau duduk bersama dengan perwakilan suporter guna mencari jalan tengah. Menurutnya, harga yang terjangkau akan memicu kembalinya gairah suporter ke stadion.

Gayung bersambut, panpel memberikan sinyal positif. Ketua panitia pelaksana pertandingan Persik Kediri, Tri Widodo, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian terkait harga tiket.

“Kami sedang evaluasi harga tiket,” ujar Tri. Namun, besaran harga baru masih dalam tahap pembahasan internal.

Meski keputusan final belum diumumkan, sinyal penurunan harga ini disambut antusias oleh Persikmania. Mereka berharap kebijakan ini benar-benar terealisasi agar Stadion Brawijaya kembali dipenuhi lautan ungu dalam setiap laga kandang Macan Putih.(RED.AL)

Rabu, 30 Juli 2025

Angka Perceraian ASN di Kediri Meningkat pada Semester Awal 2025, Mayoritas Digugat Perempuan

 



Kediri,  newsjavapost.my.id – Tren perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kediri tampaknya masih cukup tinggi. Selama enam bulan pertama tahun 2025, tercatat sebanyak 21 ASN dari lingkungan pemerintahan Kabupaten dan Kota Kediri resmi bercerai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kediri, Noor Rokhayati, mengungkapkan bahwa dari Januari hingga Juni 2025, ada 13 perkara perceraian yang dilaporkan. “Sebanyak 11 di antaranya ASN perempuan, sisanya dua ASN laki-laki,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatat 19 kasus sepanjang tahun, maka jumlah tersebut menunjukkan kenaikan. Seharusnya, secara proporsional, semester awal hanya memuat sekitar sembilan atau sepuluh kasus.

Namun, bila dibandingkan dengan tahun 2023, angka ini justru menurun. Kala itu, total terdapat 31 kasus, di mana 30 di antaranya merupakan gugatan dari ASN perempuan, dan hanya satu dari ASN laki-laki.

Noor menjelaskan bahwa faktor penyebab perceraian cukup bervariasi. Mulai dari konflik rumah tangga yang berlarut-larut, masalah finansialkekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga tidak lagi tinggal serumah.

“Faktor dominan tetap pada pertengkaran berkepanjangan yang membuat kehidupan rumah tangga tidak harmonis dan sulit dipertahankan,” tambah Noor.

Ia juga menyinggung adanya pengaruh pihak ketiga, seperti keluarga besar (terutama mertua), perselingkuhan, serta kurangnya komunikasi yang sehat sebagai penyebab meningkatnya angka perceraian.

Meski demikian, Noor menegaskan bahwa prosedur perceraian ASN tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada mekanisme yang harus ditempuh, salah satunya mengajukan izin resmi kepada Bupati.

Setelah itu, pihak organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan melakukan proses pembinaan, dengan harapan pasangan ASN tersebut bisa berdamai dan melanjutkan kehidupan rumah tangga mereka.

“Bahkan pemanggilan oleh OPD bisa dilakukan lebih dari sekali. Ini sebagai bentuk upaya agar pasangan bisa mempertimbangkan kembali keputusannya,” tuturnya.

Apabila seorang ASN tetap nekat mengajukan perceraian tanpa melalui izin, maka yang bersangkutan berpotensi dikenakan sanksi berat, berupa hukuman disiplin tingkat tinggi.

“Sudah pernah terjadi pada tahun lalu, dan pegawai tersebut telah mendapatkan sanksi sesuai aturan,” pungkasnya.(RED.AL)

Tiga Warga Gadungan Puncu Tewas Diduga Akibat Miras, Satu Orang Masih Dirawat

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Tragedi minuman keras kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Tiga warga Dusun Gadungan Timur, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan keracunan miras, sementara satu warga lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu tiga hari. Korban meninggal pertama adalah Purnomo yang tutup usia pada Senin (28/7), disusul oleh Deta Wirapratma pada hari berikutnya (29/7). Hari ini, Kamis (31/7), korban ketiga, Agung Winarko—yang merupakan kakak kandung Deta—juga meninggal setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK).

Satu korban selamat, Agus Mulyono (40), yang merupakan tetangga para korban, saat ini dirawat di RSKK dengan gejala serupa. Ia dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB karena mengeluhkan sakit perut hebat.

Menurut dr. Budi Sanjaya, Kepala Bagian Pelayanan Medis RSKK, pasien mengaku mengonsumsi minuman yang sama dengan korban lain. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kandungan alkohol. Kami masih menunggu hasil laboratorium lanjutan untuk memastikan apakah ada zat beracun lainnya,” ungkapnya.

Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk melacak asal-usul minuman keras yang diduga menjadi penyebab insiden ini. Proses autopsi terhadap para korban telah dilakukan guna memastikan jenis racun yang tertelan.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak sembarangan mengonsumsi minuman yang tidak jelas asal-usulnya demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak.(RED.AL)

Desa Ngadiluwih Kembangkan Durian sebagai Komoditas Unggulan dan Edukasi Pertanian

 


 Kediri,  newsjavapost.my.id – Pemerintah Desa Ngadiluwih memiliki gagasan inovatif untuk menjadikan wilayahnya sebagai pusat pembelajaran pertanian berbasis komoditas unggulan. Salah satu langkah strategis yang mulai diwujudkan adalah pengembangan tanaman durian sebagai ikon desa sekaligus sumber pendapatan baru bagi warga.

Kepala Desa Ngadiluwih, Ragil Panca Yuga, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari kesuksesan salah satu warga yang dengan tekun membudidayakan pohon durian di pekarangan rumahnya. Bukan hanya satu atau dua pohon, tetapi puluhan pohon durian tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas yang menjanjikan.

"Setelah dilihat, ternyata tanah di sini sangat cocok untuk tanaman durian. Buahnya besar dan rasanya enak. Ini bisa jadi potensi besar bagi desa," ungkap Ragil.

Menindaklanjuti potensi tersebut, Pemerintah Desa Ngadiluwih pun mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 400 bibit durian yang akan dibagikan ke seluruh RT. Setiap RT menerima sekitar 14 bibit, dengan mekanisme pembagian diserahkan kepada ketua RT sesuai dengan kondisi dan minat masyarakat.

"Bagi warga yang punya lahan cukup luas dan serius ingin menanam, kami bisa berikan lebih dari satu bibit, asalkan masih tersedia," ujarnya.

Upaya ini tak hanya ditujukan untuk membangun identitas desa, tetapi juga sebagai langkah pemberdayaan ekonomi warga. Tanaman durian memang membutuhkan waktu cukup lama untuk berbuah, biasanya sekitar dua hingga tiga tahun. Namun begitu mulai panen, hasilnya diperkirakan akan memberikan nilai ekonomi tinggi.

Untuk menjamin keberhasilan program, pemerintah desa turut memberikan pendampingan dan perawatan selama tahun pertama masa tanam, guna memastikan tanaman bisa tumbuh optimal.

"Kami paham tidak semua warga punya waktu dan kemampuan merawat tanaman. Oleh karena itu, kami bantu pada masa awal agar hasilnya nanti bisa dinikmati bersama," tambah Ragil.

Melalui program ini, Desa Ngadiluwih berharap bisa menjadi contoh desa berbasis pertanian edukatif yang menginspirasi wilayah lain, serta mendorong kemandirian pangan dan ekonomi masyarakatnya.(RED.AL)

Dorong Layanan Kesehatan Ramah Disabilitas, Nakes di Kediri Dibekali Pelatihan Bahasa Isyarat

 



Kediri,  newsjavapost.my.id – Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan kesehatan yang ramah dan inklusif dengan menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan medis bagi penyandang disabilitas tuli di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Melalui pelatihan ini, para nakes dari berbagai puskesmas dan rumah sakit di Kota Kediri dilatih memahami serta menggunakan bahasa isyarat dasar agar dapat berkomunikasi lebih efektif dengan pasien tuli.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Kediri dalam mewujudkan layanan publik yang inklusif, khususnya di bidang kesehatan. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang merasa terpinggirkan saat mengakses layanan medis,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh fasilitator berpengalaman dari komunitas tuli, sehingga para peserta tidak hanya belajar teknis komunikasi, tetapi juga memahami perspektif dan kebutuhan para penyandang disabilitas sensorik tersebut.

Upaya ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi penyandang disabilitas, yang menilai bahwa pelatihan seperti ini seharusnya menjadi program rutin di seluruh daerah.

Dengan adanya pelatihan ini, Pemkot Kediri berharap seluruh tenaga kesehatan memiliki kepekaan sosial dan kemampuan praktis dalam melayani masyarakat secara setara, tanpa diskriminasi.(RED.AL)

Kelurahan Klampok Masuk 5 Besar Nasional, Balai POM Kediri Dukung Penilaian Lomba Desa Pangan Aman 2025

 



 Kediri, newsjavapost.my.id  – Kelurahan Klampok menunjukkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus lima besar terbaik dalam ajang Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional 2025. Dalam proses seleksi tahap wawancara, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kediri turut mendampingi secara aktif.

Kegiatan wawancara tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Juli 2025 bertempat di ruang Integrated System Center, yang menjadi lokasi pelaksanaan sesi penilaian lanjutan dari tim pusat.

Kehadiran Balai POM Kediri merupakan bagian dari komitmen mendukung pembinaan desa/kelurahan dalam menciptakan sistem ketahanan pangan yang aman, higienis, dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi pencapaian Kelurahan Klampok yang telah melalui berbagai tahapan penilaian dengan baik. Pendampingan ini merupakan bentuk sinergi dalam mewujudkan masyarakat yang sadar akan pentingnya keamanan pangan,” ujar perwakilan Balai POM Kediri.

Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa Kelurahan Klampok tidak hanya unggul dalam penerapan praktik keamanan pangan, tetapi juga mampu menyusun sistem yang terintegrasi dengan partisipasi masyarakat.

Lomba Desa Pangan Aman sendiri merupakan program nasional yang diselenggarakan guna mendorong desa/kelurahan di seluruh Indonesia menciptakan lingkungan pangan yang sehat dan terjamin, mulai dari sumber hingga konsumsi.

Dengan masuknya Klampok ke jajaran lima besar nasional, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain dalam membangun kemandirian dan kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas pangan di tingkat lokal.(RED.AL)

DKPP Kota Kediri Lakukan Pemantauan Harga di 9 Pasar, Cabai Rawit Alami Kesenjangan Harga Terbesar

  


Kediri, newsjavapost.my.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melakukan inspeksi langsung ke sembilan pasar tradisional guna memantau perkembangan harga bahan kebutuhan pokok, terutama menjelang masa rawan inflasi.

Dari hasil pemantauan tersebut, diketahui bahwa komoditas cabai rawit mencatatkan selisih harga paling tinggi antar pasar, dibandingkan dengan bahan pangan lainnya.

Kegiatan pemantauan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah, serta upaya menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.

Tim dari DKPP Kota Kediri mencatat bahwa perbedaan harga cabai rawit dapat mencapai angka signifikan, dipengaruhi oleh pasokan, kondisi cuaca, serta distribusi dari petani ke pedagang.

“Pemantauan harga di sembilan titik pasar ini penting untuk memastikan stabilitas harga, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap fluktuasi seperti cabai rawit,” ungkap salah satu pejabat DKPP Kota Kediri saat di lokasi.

DKPP akan melaporkan hasil pemantauan ini ke Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk ditindaklanjuti dalam bentuk intervensi kebijakan, seperti operasi pasar atau distribusi dari sentra produksi.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, serta mengantisipasi lonjakan harga secara tiba-tiba, terutama menjelang hari besar atau musim tertentu.(RED.AL)

Ketua KPU Kota Kediri Ikuti Rakor Proses PAW DPRD se-Jatim yang Digelar Pemprov

  


Kediri,  newsjavapost.my.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait tata cara pengusulan pemberhentian dan pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk Pimpinan maupun Anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Agenda penting ini digelar oleh Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur pada hari Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan koordinatif ini bertujuan untuk menyelaraskan prosedur, memperjelas alur administrasi, serta memastikan semua pihak—baik KPU, DPRD, maupun pemerintah daerah—memiliki pemahaman yang sama dalam proses PAW, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua KPU Kota Kediri menyampaikan bahwa keterlibatan KPU dalam forum ini sangat penting guna mendukung proses penggantian anggota legislatif yang berjalan secara transparan, tertib, dan sesuai prosedur.

“Forum seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat sinergi antarlembaga serta menghindari kesalahan prosedural dalam pengajuan PAW di tingkat daerah,” ujarnya.

Selain KPU Kota Kediri, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari KPU Kabupaten/Kota lain se-Jawa Timur serta jajaran pejabat dari lingkup pemerintahan provinsi.(RED.AL)

PA Kota Kediri Ucapkan Selamat atas Pelantikan Suradi sebagai Kepala Badan Pengawasan MA RI

  


Kediri, newsjavapost.my.id  – Keluarga besar Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pengambilan sumpah jabatan serta pelantikan Bapak Suradi, S.Sos., S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Momen penting ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran peradilan, termasuk PA Kota Kediri, yang turut memberikan apresiasi atas amanah baru yang kini diemban oleh Suradi.

“Selamat dan sukses atas pelantikan Bapak Suradi. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pengawasan di lingkungan Mahkamah Agung,” tulis akun resmi Pengadilan Agama Kota Kediri melalui media sosial resminya, Rabu (31/7/2025).

Ucapan ini juga menjadi bentuk dukungan dan harapan dari keluarga besar peradilan di daerah agar kepemimpinan Suradi dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan profesionalisme lembaga pengawasan di bawah MA RI.(RED.AL)

KPU Kota Kediri Gelar Diskusi Arsip: Bahas Retensi Berdasarkan PKPU 17 Tahun 2023

  


Kediri,  newsjavapost.my.id – Dalam rangka meningkatkan pemahaman pengelolaan arsip, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri mengadakan kegiatan Sinau Bareng yang membahas Peraturan KPU (PKPU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Jadwal Retensi Arsip di lingkungan KPU, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Acara ini berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025, bertempat di Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kota Kediri, dengan diikuti oleh jajaran sekretariat dan staf yang menangani bidang keadministrasian dan kearsipan.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan dokumen secara terstruktur, khususnya terkait dengan jangka waktu penyimpanan arsip, pemusnahan, hingga alih media dokumen sesuai regulasi yang berlaku.

Ketua KPU Kota Kediri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.

“Pengelolaan arsip yang baik merupakan fondasi penting dalam menjaga integritas data kelembagaan, apalagi di tengah kesibukan tahapan Pemilu dan Pilkada,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi forum tukar wawasan antarpeserta terkait praktik pengarsipan yang efektif dan efisien, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas SDM KPU di bidang manajemen arsip.(RED.AL)

Menjelajahi Kuliner Khas Kediri: Dari Tahu Legendaris hingga Sate Ekstrem yang Menggoda Lidah

  


Kediri, newsjavapost.my.id  – Selain dikenal luas sebagai "Kota Tahu", Kediri ternyata menyimpan beragam kekayaan kuliner yang mencerminkan warisan budaya lokal yang khas dan menggoda selera. Mulai dari makanan berat hingga jajanan tradisional, kota ini menyuguhkan cita rasa yang sulit ditemukan di wilayah lain.

Berikut ini sederet kuliner khas Kediri yang wajib dicicipi:

1. Tahu Takwa: Cita Rasa Khas yang Melekat

Tahu Takwa telah menjadi ikon kuliner Kediri sejak lama. Warna kuningnya berasal dari campuran kunyit alami, dengan tekstur padat dan rasa gurih yang khas. Tak hanya dimakan sebagai lauk, tahu ini kini juga diolah menjadi berbagai varian seperti stik tahu hingga tahu isi goreng. Keasliannya tetap terjaga lewat proses pembuatan tradisional.

2. Pecel Tumpang: Perpaduan Tempe Fermentasi dan Sayur Segar

Pecel Tumpang menjadi pilihan sarapan favorit warga Kediri. Berbeda dari pecel umumnya, sambal tumpang terbuat dari tempe semangit (tempe fermentasi) yang menghasilkan rasa gurih, sedikit pedas, dan asam yang khas. Disajikan dengan sayuran rebus, menu ini menghadirkan sensasi rasa yang otentik.

3. Soto Kediri: Hangat dengan Kuah Santan Rempah

Soto Kediri hadir dengan kekhasan kuah santan kental yang dipadukan dengan rempah-rempah Nusantara. Isiannya berupa suwiran ayam, mie soun, tomat, irisan telur rebus, serta taburan bawang goreng. Cocok disantap saat cuaca sejuk atau malam hari.

4. Gethuk Pisang: Manis Asam yang Menggoda

Gethuk Pisang adalah kudapan tradisional Kediri yang dibuat dari pisang matang yang difermentasi dan dibungkus daun pisang. Teksturnya kenyal, rasanya manis bercampur asam, dan biasanya dijadikan oleh-oleh karena awet meski tanpa bahan pengawet.

5. Sate Bekicot dan Emprit: Kuliner Unik nan Langka

Kediri juga punya kuliner ekstrem yang digemari pencinta tantangan, yaitu Sate Bekicot dan Sate Emprit. Bekicot dibumbui lalu dibakar seperti sate ayam, disajikan dengan saus kacang gurih. Sementara itu, Sate Emprit dibuat dari daging burung kecil berbumbu manis-asam, kini mulai sulit ditemukan.

6. Nasi Goreng Arang: Wangi Asap yang Menggoda

Nasi Goreng Arang jadi pilihan favorit warga Kediri di malam hari. Proses memasaknya menggunakan bara arang, memberikan aroma asap khas yang meningkatkan kenikmatan rasa. Biasanya dijajakan di warung kaki lima dan selalu ramai pengunjung.

7. Variasi Olahan Tahu: Tahu Poo dan Stik Gurih

Selain Tahu Takwa, Kediri juga punya Tahu Poo yang mengembang saat digoreng, menghasilkan tekstur renyah dan ringan. Cocok sebagai lauk atau camilan. Ada pula stik tahu—produk olahan kering dari tahu berbumbu yang cocok dijadikan buah tangan.

8. Es Buto Ijo: Penutup Manis dan Segar

Setelah puas mencicipi makanan khas, segelas Es Buto Ijo jadi penyegar yang pas. Campurannya terdiri dari kacang hijau, kolang-kaling, kelapa muda, sagu mutiara, dan biji selasih. Disiram dengan sirup melon dan susu kental manis, minuman ini tak hanya lezat tapi juga tampil menarik dengan warna-warni meriah.

Kediri bukan hanya kota sejarah dan industri, tapi juga destinasi kuliner yang memanjakan lidah. Tak heran jika banyak wisatawan sengaja datang hanya untuk berburu cita rasa lokal yang autentik.(RED.AL)

Supriadi Siap Tempur di Liga 1 Musim Baru, Fokus Pulihkan Performa Terbaik

  


Kediri, newsjavapost.my.id  – Persik Kediri kian serius menatap bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026 yang dijadwalkan dimulai Agustus mendatang. Para pemain pun mempersiapkan diri secara optimal, termasuk winger muda andalan mereka, Mochammad Supriadi.

Supriadi mengungkapkan semangatnya jelang musim baru dan mengaku tak sabar untuk kembali menunjukkan kualitasnya di lapangan bersama tim Macan Putih.

"Aku masih punya semangat besar bermain di Persik. Ini waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa aku bisa kembali ke performa terbaik," ujar Supriadi, Kamis (31/7), di Kediri.

Pemain yang kini berusia 23 tahun tersebut memasuki musim ketiganya bersama Persik dan berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi tim, baik melalui gol maupun assist.

Dikenal lewat prestasinya saat membawa Timnas Indonesia meraih juara Piala AFF U-16 pada 2018, Supriadi tak ingin hanya dikenang lewat masa lalu. Ia menargetkan tampil maksimal meski sempat absen panjang akibat cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) yang dideritanya.

"Yang utama tentu ingin bisa memberi dampak langsung untuk tim. Tapi secara pribadi aku ingin mencetak gol dan menyumbang banyak assist musim ini," ucapnya.

Selama menetap di Kediri, Supriadi merasa betah. Bahkan karena kenyamanan yang ia rasakan, ia jarang pulang ke kampung halamannya di Surabaya.

"Sudah cocok tinggal di sini. Selain suasananya nyaman, aku juga bisa fokus latihan. Capek juga kalau bolak-balik Surabaya," tuturnya.

Ia menambahkan, selera makannya juga cocok dengan kuliner khas Kota Tahu tersebut. Salah satu makanan favoritnya adalah pecel.

"Makanan di sini enak-enak, terutama pecelnya. Biasanya beli di Jalan Dhoho atau pecel Mbah Darmo di daerah Banjaran," ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Manajer Persik Kediri, M. Syahid Nur Ichsan menuturkan bahwa perkembangan tim secara keseluruhan berjalan baik. Para pemain terus menunjukkan progres dalam setiap sesi latihan.

"Beberapa pemain baru juga sudah mulai beradaptasi. Latihan bersama ini penting untuk membangun kekompakan dan saling memahami karakter permainan satu sama lain," jelasnya.

Ia menambahkan, program latihan kolektif juga menjadi momen penting dalam menyongsong Liga 1 2025/2026, sekaligus menjadi alat evaluasi tim pelatih terhadap kesiapan para pemain.

"Ini jadi bagian dari proses melihat kekuatan dan kelemahan tim secara menyeluruh. Evaluasi dan penyusunan strategi ke depan juga akan lebih tepat," pungkasnya.(RED.AL)

Tragis, Pasutri di Ngancar Dituntut 10 Tahun Penjara karena Coba Akhiri Hidup Bersama Anak-Anaknya

 



Kediri, newsjavapost.my.id  – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri menuntut hukuman penjara selama satu dekade kepada pasangan suami istri, Danang (31) dan Minatun (29). Warga Kecamatan Ngancar itu dinilai bersalah karena melakukan upaya pembunuhan terhadap diri sendiri dan anak-anak mereka.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh jaksa Ni Luh Ayu dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Rabu (30/7/2025). Jaksa mendasarkan tuntutannya pada Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Perbuatan terdakwa tergolong sangat meresahkan masyarakat, terlebih lagi hingga menyebabkan salah satu anak meninggal dan satu lainnya mengalami trauma psikologis," jelas Ni Luh Ayu.

Namun, jaksa juga mempertimbangkan aspek yang meringankan. Kedua terdakwa diketahui belum pernah memiliki catatan kriminal dan bersikap kooperatif selama menjalani proses hukum.

Baca juga: Bus Harapan Jaya Kembali Terlibat Kecelakaan, Pengendara Motor Tua Jadi Korban

Kasus ini bermula saat Danang dan Minatun membawa kedua buah hatinya, Raffa dan MP, untuk menenggak racun tikus bersama-sama pada Jumat (13/12/2024). Tindakan nekat itu didorong oleh tekanan ekonomi yang berat karena terlilit utang dari pinjaman rentenir dan aplikasi pinjol dengan nominal mencapai puluhan juta rupiah.

Tak sanggup lagi menanggung beban, keduanya memilih upaya bunuh diri massal sebagai jalan keluar. Sayangnya, aksi tersebut berujung tragis. Raffa ditemukan meninggal pada pagi harinya, Sabtu (14/12). Sementara itu, Danang dan Minatun sempat dalam kondisi kritis, sedangkan MP mengalami gejala keracunan tetapi berhasil diselamatkan.

Proses hukum terhadap keduanya masih terus berjalan dan tinggal menanti putusan akhir dari majelis hakim. Kasus ini menjadi cerminan tragis dampak utang yang tak terkendali dan pentingnya dukungan sosial bagi keluarga yang mengalami tekanan berat.(red.al)

Pengendara Motor Kembali Melintasi Jembatan Lama Kediri, Palang Terbuka Diduga Jadi Penyebab

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Penutupan akses kendaraan bermotor di Jembatan Lama Kota Kediri tampaknya sudah tak lagi efektif. Hal itu terlihat dari banyaknya sepeda motor yang melintas di jembatan bersejarah yang dikenal dengan nama Brug Over den Brantas te Kediri tersebut.

Pada Selasa siang (30/7), arus lalu lintas kendaraan roda dua di jembatan tersebut cukup padat. Para pengendara motor tampak silih berganti melintasi jembatan yang sebenarnya berstatus sebagai kawasan cagar budaya.

Diduga, para pengendara kembali melintasi jembatan tersebut karena palang pembatas di salah satu sisi jembatan telah terbuka sebagian. Kondisi itu memungkinkan kendaraan roda dua masuk, meski mobil tetap tidak bisa melintas.

Kebanyakan pengendara yang melintas berasal dari arah Jalan Yos Sudarso. Mereka memanfaatkan celah terbuka yang cukup untuk sepeda motor guna menyeberang lebih cepat.

Sebagai informasi, Jembatan Lama Kediri kerap menuai perhatian publik. Sebelumnya, jembatan ini sempat menjadi perbincangan karena dipasangi atribut kampanye saat pemilu. Selain itu, ditemukan puntung rokok berserakan hingga tumpukan sampah yang tersangkut di bagian bawah jembatan.

Pada akhir Januari lalu, tim gabungan dari berbagai instansi telah melakukan pembersihan terhadap tumpukan kayu dan bambu yang menyangkut di pilar jembatan. Sampah tersebut dikhawatirkan dapat merusak struktur penyangga jembatan jika dibiarkan terlalu lama.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru dari masyarakat terkait pelestarian bangunan cagar budaya tersebut. Diperlukan pengawasan lebih ketat agar fungsi dan sejarah jembatan tetap terjaga.(RED.AL)

DPRD Kota Kediri Matangkan Raperda Investasi Daerah, Fokus pada Ekonomi Inklusif dan Daya Saing

  


Kediri,  newsjavapost.my.id – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanaman Modal di Kota Kediri kini memasuki tahap akhir. Ketua Tim Khusus Raperda Penanaman Modal, Dodi Purwanto, menyampaikan bahwa penyusunan regulasi ini bertujuan menjadi acuan resmi bagi pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola investasi di wilayahnya.

“Dengan adanya peraturan ini, diharapkan tercipta iklim investasi yang sehat dan atraktif bagi investor,” ujar Dodi yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kota Kediri.

Selain mendukung terciptanya lingkungan investasi yang nyaman, raperda ini juga diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pendukung serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal. Tujuannya adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang merata dan membuka lapangan kerja baru.

Dalam proses penyusunannya, tim sempat melakukan revisi materi karena adanya perubahan regulasi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 menjadi PP Nomor 28 Tahun 2025. “Kami juga memperhatikan aspek kearifan lokal agar sesuai dengan kondisi dan potensi Kediri,” imbuh Dodi.

Hingga saat ini, raperda tersebut tengah berada dalam tahap finalisasi dan akan segera dikirim ke Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan evaluasi. “Harapannya, perda ini bisa disahkan sebelum akhir tahun,” jelasnya.

Ruang lingkup regulasi ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kebijakan umum investasi, jenis bidang usaha dan bentuk badan hukum, proses perizinan usaha, hingga upaya menciptakan lingkungan investasi yang kompetitif.

Tak hanya itu, perda juga memuat ketentuan mengenai insentif serta kemudahan bagi investor, strategi promosi investasi, dan pengelolaan sistem informasi investasi. Termasuk di dalamnya pengaturan mengenai ketenagakerjaan, hak dan kewajiban penanam modal, pola kemitraan, peran masyarakat, hingga mekanisme pengawasan dan sanksi administratif yang diterapkan.

Dodi menekankan bahwa kehadiran perda ini sangat krusial untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Kediri.(RED.AL)

Perempuan Kediri Didorong Melek Investasi Lewat Acara Aleza-BNI

 


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Aleza Kediri berkolaborasi dengan Bank BNI mengadakan kegiatan bertema Aleza Woman Get Together, yang digelar meriah di gerai Aleza Store Kediri, Jalan Joyoboyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Rabu (30/7/2025).

Puluhan peserta perempuan dari berbagai latar belakang turut berpartisipasi dalam agenda ini.

Salah satu acara inti dalam kegiatan tersebut adalah gelar wicara (talkshow) yang mengangkat isu bertajuk Jangan FOMO Investasi. Diskusi ini difokuskan pada pentingnya literasi keuangan sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi.

Tema ini diangkat menyikapi tren fear of missing out (FOMO) di masyarakat terhadap instrumen investasi, seperti emas, saham, maupun aset kripto.

Pemilik Aleza Kediri, Lifiya Sandra Erlina, menyampaikan bahwa tren membeli logam mulia dalam jumlah besar sedang meningkat tajam.

“Belakangan ini banyak yang rela antre hanya untuk membeli emas batangan. Bahkan ada beberapa butik emas yang kehabisan stok. Ini menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap investasi emas, meski tidak semuanya benar-benar memahami risikonya,” ungkapnya di lokasi.

Lifiya menggarisbawahi bahwa keputusan berinvestasi sebaiknya tidak hanya ikut-ikutan.

“Kami berharap para perempuan, khususnya anggota komunitas Aleza Women serta nasabah BNI, mampu memilah dan memilih langkah investasi yang tepat berdasarkan pengetahuan,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, edukasi keuangan diberikan oleh narasumber berkompeten di bidang investasi.

Karina Yunita, Pejabat Sementara Pimpinan Cabang BNI Kediri, memberikan penjelasan mengenai pentingnya mengenali profil risiko sebelum menentukan jenis investasi.

“Kami ingin perempuan tidak sekadar terbawa tren, tetapi paham dan siap secara finansial. Pemahaman dasar ini penting agar mereka dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan tujuan pribadi,” jelas Karina.

Ia memaparkan bahwa investor terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari konservatif hingga agresif.

“Bagi pemula, kami sarankan untuk memulai dari Reksadana pasar uang yang lebih stabil. Bagi yang sudah lebih berpengalaman bisa mencoba Reksadana saham atau instrumen lainnya,” terangnya.

Karina juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam mengelola keuangan keluarga.

“Dengan edukasi yang cukup, perempuan bisa lebih mandiri secara finansial dan tidak sekadar mengikuti arus,” lanjutnya.

Selain sebagai ajang berbagi ilmu, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi interaktif. Banyak peserta mengaku baru menyadari pentingnya menyelaraskan strategi investasi dengan kondisi finansial masing-masing.

“Peserta juga mendapatkan kiat-kiat praktis untuk memulai investasi secara aman dan terjangkau,” pungkasnya.(RED.AL)

DPRD Kota Kediri Sarankan Penundaan Pengosongan Lahan Warga Kemasan

  



KEDIRI,  newsjavapost.my.id – Komisi A DPRD Kota Kediri menyarankan agar pelaksanaan pengosongan lahan milik warga di Kelurahan Kemasan ditangguhkan. Imbauan ini muncul setelah digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat (25/7), yang membahas sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan pelat merah, PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dalam rapat yang dilangsungkan di ruang Komisi A tersebut, sejumlah rekomendasi dikeluarkan menyikapi konflik agraria yang masih belum menemukan titik temu. Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri, Ayub Wahyu Hidayatullah, menyampaikan bahwa sejumlah warga telah menerima surat peringatan (SP) untuk segera mengosongkan bangunan tempat tinggal mereka.

“Komisi A meminta agar PT KAI menunda sementara proses eksekusi lahan, hingga ada keputusan final dari pengadilan,” tegas Ayub dalam rapat tersebut.

Lebih lanjut, Komisi A juga menyarankan Pemerintah Kota Kediri untuk turut hadir memberikan pendampingan, khususnya berupa bantuan hukum kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut dimaksudkan bagi warga yang tinggal di RT 03 RW 02, Kelurahan Kemasan, agar memiliki perlindungan hukum sesuai peraturan yang berlaku.

“Mohon ini dicatat, agar pemkot menindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang ada,” imbuh politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Sebagai informasi, sebelumnya PT KAI telah mengirimkan surat peringatan tahap dua dan tiga kepada beberapa warga Kelurahan Kemasan sejak 18 Juli lalu. Surat tersebut berisi permintaan agar bangunan segera dikosongkan, dengan dasar kepemilikan lahan berdasarkan Sertifikat Hak Pakai (SHP) Nomor 7 Tahun 1996.

Namun demikian, warga mengklaim bahwa mereka telah menempati lahan tersebut sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, bukti atas penguasaan lahan mereka diperkuat dengan dokumen Letter C yang rata-rata berasal dari era 1950-an.

Sengketa ini pun menjadi perhatian serius dewan, karena menyangkut hak tinggal masyarakat dan status kepemilikan lahan yang masih menjadi perdebatan hukum.(RED.AL)

Pameran GIIAS 2025 Jadi Ajang Adu Strategi Otomotif China vs Jepang

   


BSD City,newsjavapost.my.id   – Dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang berlangsung di ICE BSD City, atmosfer persaingan antara mobil listrik buatan China dan pabrikan Jepang tampak begitu nyata. Salah satu hall pameran bahkan terasa seperti arena duel, di mana jajaran merek China “mengepung” mobil-mobil Jepang dengan barisan produk baru mereka.

Merek-merek otomotif asal Tiongkok seperti BYD, Chery, Baic, hingga Jaecoo tampil memukau dengan berbagai model anyar yang diluncurkan secara agresif. Di sisi lain, produsen Jepang seperti Toyota, Mitsubishi, dan Suzuki tetap mempertahankan eksistensinya sebagai raksasa otomotif yang telah lama menguasai pasar Indonesia.

Kesan kuat yang tertangkap dari arena ini adalah bahwa China tengah menunjukkan keseriusannya untuk merebut pangsa pasar otomotif nasional, yang selama bertahun-tahun dikuasai oleh Jepang. Melalui pendekatan yang matang, strategi ekspansi China tampak tidak main-main.

Jika ditarik dalam analogi strategi, manuver China di Indonesia dapat dikaitkan dengan ajaran klasik Sun Tzu dalam “The Art of War”, yaitu mengenali lawan sebelum bertindak. China tampaknya telah lebih dulu melakukan riset mendalam terhadap pasar otomotif Indonesia—mulai dari mempelajari karakteristik produk Jepang, mengidentifikasi kekurangan, hingga membaca selera konsumen lokal.

Hasilnya, berbagai mobil keluaran China tampil dengan fitur-fitur inovatif, desain yang menarik, dan harga yang kompetitif. Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi dan fleksibilitas mereka dalam menghadapi tantangan, seperti yang ditekankan oleh Sun Tzu: “Kemenangan diraih bukan hanya dengan kekuatan, tetapi juga dengan kecerdikan.”

Puncaknya, perhatian pengunjung GIIAS tersita pada prototipe mobil terbang buatan China, yakni XPeng AeroHT. Dengan bentuk futuristik dan dilengkapi baling-baling, mobil ini dipamerkan sebagai bentuk kesiapan China menghadirkan masa depan mobilitas. Meski masih dalam tahap uji coba, XPeng berambisi meluncurkan produk tersebut ke pasar pada tahun depan.

Belum ada pabrikan lain yang berani menampilkan kendaraan sejenis, dan ini memperlihatkan agresivitas strategi pemasaran China. Taktik ofensif seperti ini dikenal dalam dunia bisnis sebagai pendekatan yang berani untuk merebut perhatian pasar dengan cepat dan dominan.

Sejalan dengan teori Michael E. Porter dalam buku Competitive Strategy, langkah China tampak jelas menggunakan strategi serangan langsung dan ekspansi pasar masif. Dari iklan yang intensif, peluncuran model bertubi-tubi, hingga memperluas jaringan distribusi, semuanya mengarah pada satu tujuan: menguasai pasar otomotif Indonesia.

Apakah strategi ini akan berhasil menyaingi dominasi Jepang di tanah air? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti: China telah bergerak cepat dan berani, dan Indonesia kini menjadi panggung persaingan besar dua kekuatan otomotif Asia.(RED.AL)

Situs Sumber Ubalan di Plosoklaten Mulai Dipugar, Warga Sambut Harapan Baru

  


KEDIRI, newsjavapost.my.id  – Setelah lama tak terurus, Sumber Ubalan, salah satu situs bersejarah di Dusun Sagi, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kawasan yang dahulu sempat menjadi destinasi wisata favorit ini, kini tengah menjalani proses perbaikan fisik.

Pada Selasa, 22 Juli 2025, tampak beberapa pekerja mulai melakukan pembenahan. Dinding-dinding yang rusak diperkuat dan dilakukan pengecatan ulang sebagai bagian dari proses revitalisasi. Upaya ini dilakukan sebagai langkah awal pemulihan setelah bertahun-tahun terbengkalai sejak masa pandemi.

"Sudah lima tahun enggak disentuh. Baru sekarang dicat lagi dan diperbaiki. Waktu pandemi ditutup, terus enggak pernah dibuka," ujar Bayu, salah satu tukang bangunan yang tengah bekerja di lokasi.

Meski belum ada kejelasan kapan kawasan ini akan dibuka kembali untuk umum, proses renovasi ini menjadi sinyal positif akan kebangkitan Sumber Ubalan sebagai ruang publik yang memiliki nilai historis.

Pengerjaan berlangsung bertahap, dimulai dari perbaikan struktur fisik hingga pengecatan sejumlah area. Kendati saat ini belum ada aktivitas wisata, harapan masyarakat terhadap pemulihan fungsi tempat ini sangat besar.

Warga sekitar berharap, Sumber Ubalan tak sekadar jadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi wadah pelestarian sejarah lokal dan mempererat kebersamaan antarwarga.

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya mempercantik tampilan situs, tetapi juga mampu menghidupkan kembali semangat warga terhadap warisan budaya yang sempat terlupakan.

Dengan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, Sumber Ubalan berpeluang kembali menjadi ikon wisata lokal yang membanggakan masyarakat Kabupaten Kediri.(RED.AL)

Sound Horeg Picu Konflik Sosial, Warga Resah hingga Alami Teror dan Kekerasan

  


Kediri, newsjavapost.my.id  – Fenomena penggunaan sound system berkekuatan tinggi atau yang dikenal sebagai sound horeg tengah menjadi sorotan publik. Meski kerap digunakan dalam acara hajatan seperti pernikahan, sunatan, hingga karnaval, namun keberadaan sound horeg menuai kontroversi karena dianggap mengganggu ketertiban umum dan merugikan kesehatan masyarakat.

Dengan ciri khas dentuman keras dan musik remix seperti dangdut koplo atau DJ, tren ini mulanya berkembang di wilayah Jawa Timur, lalu menyebar ke berbagai daerah lain di Indonesia. Tak jarang, efek suara dari sound horeg menyebabkan getaran hebat pada bangunan sekitar, bahkan memicu keretakan atau pecahnya kaca rumah warga.

Selain berdampak fisik, suara berfrekuensi tinggi yang dihasilkan juga berpotensi membahayakan pendengaran, melebihi ambang batas aman menurut standar WHO. Akibatnya, gelombang penolakan dan protes dari masyarakat bermunculan, baik melalui media sosial maupun secara langsung di lapangan, dan tak jarang berakhir dengan kericuhan dan tindak kekerasan.

Berikut beberapa kasus protes warga terhadap aktivitas sound horeg yang sempat viral:

1. Warga Kediri Diteror Usai Menolak Pawai Sound Horeg

Seorang warga Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, bernama Pak Eko mengaku mengalami intimidasi dan ancaman setelah menyampaikan protes terhadap pawai sound horeg yang digelar di desanya.

Tak hanya itu, sound system bahkan sengaja dihentikan di depan rumahnya dan dibunyikan dengan volume maksimal hingga malam hari. Padahal, ia mengaku keberatan karena ayahnya sedang sakit dan butuh istirahat. Ironisnya, foto Pak Eko disebarluaskan di media sosial oleh kelompok pengguna sound. Merasa keselamatannya terancam, ia akhirnya melapor ke pihak kepolisian.

2. Lansia Menegur, Tapi Tak Diindahkan

Sebuah video yang beredar di akun Instagram @Fakta.indo menunjukkan seorang lansia mengenakan kerudung oranye berusaha menegur rombongan pengguna sound yang menyalakan dentuman keras saat siang hari. Teguran tersebut diabaikan, bahkan sang lansia sampai menutup telinga karena tidak tahan dengan suara bising. Video ini menuai simpati dari warganet yang mengkritik keras penggunaan sound horeg di lingkungan padat penduduk.

3. Warga Malang Jadi Korban Pengeroyokan

Insiden lebih tragis terjadi di Kota Malang. Seorang pria berinisial RM (55 tahun) menjadi korban pemukulan setelah menegur kelompok sound horeg di Kelurahan Mulyorejo. Ia meminta suara dikecilkan karena anaknya sedang sakit, namun permintaan itu memicu adu mulut yang berujung pada pengeroyokan. RM mengalami luka di kepala dan tubuh, dan peristiwa tersebut terekam warga dan viral di media sosial.

4. Dentuman Keras Bikin Kaca Rumah Retak

Dalam video unggahan akun @feedgramindo, seorang ibu-ibu menyampaikan kekesalan atas getaran keras dari sound horeg yang mengancam keselamatan rumahnya. Ia menyebut kaca rumahnya hampir pecah akibat dentuman yang terlalu kuat. Video ini memicu perbincangan luas di jagat maya, dengan banyak netizen mendesak adanya regulasi tegas dan penertiban terhadap penggunaan sound horeg.

Berbagai kejadian ini menjadi alarm serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengatur dan menertibkan penggunaan sound horeg, terutama di kawasan pemukiman. Masyarakat berharap ada batasan volume, jam operasional, dan sanksi tegas bagi pelanggar demi menjaga kenyamanan dan ketenteraman bersama.(RED.AL)

Lomba Mewarnai di Kediri Ajarkan Anak Pilah Sampah dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

(by antara news) KEDIRI – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri sejak usia dini. Salah sat...