Kamis, 16 Juli 2026

Jangan Remehkan Petai, Si Bau Menyengat yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan


Walaupun terkesan bau, inidia manfaat memakan petai bagi kesehatan tubuh. Foto by radar surabaya


Surabaya – Petai selama ini identik dengan aroma khas yang cukup menyengat sehingga kerap dihindari sebagian orang. Namun di balik baunya yang kuat, biji berwarna hijau dengan nama ilmiah Parkia speciosa tersebut ternyata menyimpan beragam kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Petai mengandung serat, protein, karbohidrat, serta berbagai mineral penting seperti kalium, fosfor, zat besi, dan kalsium. Selain itu, makanan ini juga kaya vitamin C serta vitamin B kompleks, meliputi vitamin B1, B2, dan B3. Kandungan antioksidan berupa flavonoid dan senyawa fenolik turut berperan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Tingginya kandungan serat membuat petai bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, serta memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mendukung pengendalian berat badan apabila dibarengi pola makan sehat.

Petai juga dikenal sebagai sumber kalium yang berperan menjaga keseimbangan tekanan darah dan membantu menjaga irama denyut jantung tetap normal. Asupan kalium yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Selain itu, beberapa senyawa alami yang terkandung dalam petai, seperti beta-sitosterol, stigmasterol, dan berbagai antioksidan, diduga berpotensi membantu menjaga kestabilan kadar gula darah setelah makan. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu didukung dengan pola hidup sehat dan tidak dapat menggantikan pengobatan bagi penderita diabetes.

Kandungan vitamin C dan vitamin B kompleks di dalam petai juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses metabolisme energi, serta mendukung berbagai fungsi organ agar bekerja secara optimal.

Meski menawarkan banyak manfaat, konsumsi petai tetap perlu dibatasi. Penderita gangguan ginjal sebaiknya berhati-hati karena kandungan kalium yang tinggi dapat membebani fungsi ginjal apabila dikonsumsi berlebihan. Sementara itu, penderita asam urat juga disarankan tidak mengonsumsi petai secara berlebihan karena kandungan purinnya berpotensi meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Selain itu, senyawa sulfur yang menjadi penyebab aroma khas petai dapat memicu bau mulut dan meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan pada sebagian orang.

Dengan porsi yang tidak berlebihan dan dikombinasikan dengan pola makan seimbang, petai tetap dapat menjadi salah satu pilihan makanan bergizi. Meski aromanya cukup menyengat, kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya menjadikan petai layak dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian.(red/lis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lomba Mewarnai di Kediri Ajarkan Anak Pilah Sampah dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

(by antara news) KEDIRI – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri sejak usia dini. Salah sat...