Kamis, 02 Juli 2026

Lonjakan Konsumsi Solar di Kediri Raya: Upaya Pertamina Mengantisipasi Kelangkaan BBM

Petugas Pertamina melayani pembelian solar. (photo by vradar kediri)


 KEDIRI- Memasuki akhir Juni yang ditandai dengan dimulainya musim kemarau, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah Kediri Raya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga Regional Kediri, permintaan solar dalam dua pekan terakhir meningkat sekitar 20–25 persen dibandingkan dengan kondisi normal. Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan seperti yang sempat terjadi di sejumlah daerah lain, Pertamina mengambil langkah strategis dengan mengalihkan sebagian pasokan dari Fuel Terminal (FT) Madiun dan FT Surabaya ke wilayah Kediri.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Regional Kediri, Anwar Hidayat, menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi solar tersebut terjadi secara bertahap selama dua minggu terakhir. Meski permintaan meningkat cukup tajam, ia memastikan bahwa stok solar di Kota Kediri masih berada dalam kondisi aman. Hal ini dimungkinkan karena Pertamina telah melakukan percepatan distribusi sekaligus menambah suplai dari FT Madiun dan FT Surabaya menuju sejumlah SPBU di wilayah Kediri. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi BBM tidak mengalami hambatan.

Lebih lanjut, Anwar menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) terus mengoptimalkan seluruh rantai pasok distribusi BBM. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya konsumsi selama musim kemarau. Optimalisasi distribusi menjadi prioritas agar tidak terjadi kekosongan stok di SPBU maupun gangguan pasokan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir volume penyaluran BBM sengaja ditingkatkan hingga berada di atas rata-rata konsumsi harian normal. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keandalan pasokan BBM di Jawa Timur sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan yang terjadi di sejumlah daerah.

Menurut Ahad, proses penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU. Dengan pola distribusi tersebut, setiap stasiun pengisian bahan bakar memperoleh suplai yang sesuai sehingga masyarakat tetap dapat membeli BBM dengan mudah. Hingga saat ini, realisasi penyaluran Pertalite telah mencapai sekitar 96,6 persen dari kuota kumulatif tahun berjalan, sedangkan Biosolar telah mencapai 103,3 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa distribusi Biosolar bahkan telah melampaui target kumulatif pada periode yang sama.

Untuk memperkuat kelancaran distribusi, Pertamina juga mengoptimalkan operasional seluruh Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT) di wilayah Jawa Timur selama 24 jam penuh. Pasokan BBM didukung oleh berbagai terminal, antara lain Integrated Terminal Tanjungwangi, Fuel Terminal Malang, Madiun, Tuban, hingga Boyolali di Jawa Tengah. Dukungan lintas wilayah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi sekaligus menjaga ketersediaan stok di seluruh SPBU.

Selain meningkatkan pasokan, Pertamina turut menambah kapasitas angkut armada mobil tangki sebesar 608 kiloliter. Dengan penambahan tersebut, total kapasitas distribusi BBM kini mencapai sekitar 22.196 kiloliter per hari. Peningkatan kapasitas ini memungkinkan proses pengiriman ke SPBU berlangsung lebih cepat, lebih efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Di sisi lain, Pertamina juga menerapkan sistem pemantauan distribusi secara real time sehingga setiap perubahan kebutuhan di suatu wilayah dapat segera direspons melalui penyesuaian pola suplai. Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat mengalihkan pasokan apabila terjadi lonjakan permintaan di daerah tertentu tanpa mengganggu distribusi di wilayah lainnya.

Ahad Rahedi turut mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Ia menegaskan bahwa pasokan BBM masih dalam kondisi aman dan akan terus disalurkan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM karena Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran distribusi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketersediaan solar di sejumlah SPBU di Kota Kediri masih relatif aman. Salah satunya terlihat di SPBU yang berada di Jalan Joyoboyo, Kota Kediri, yang masih melayani penjualan solar kepada masyarakat. Namun demikian, petugas yang berjaga di lokasi enggan memberikan keterangan terkait kondisi penjualan maupun stok solar. Petugas tersebut hanya mengarahkan awak media untuk memperoleh informasi resmi dari Sales Branch Manager Pertamina Regional Kediri, Anwar Hidayat, selaku penanggung jawab distribusi BBM di wilayah Kediri.(red/lis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lomba Mewarnai di Kediri Ajarkan Anak Pilah Sampah dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

(by antara news) KEDIRI – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri sejak usia dini. Salah sat...