KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak generasi muda di Kabupaten Kediri untuk lebih aktif mengenal dan terlibat dalam dunia perkoperasian. Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah positif bagi anak muda untuk mengembangkan potensi ekonomi sekaligus membangun kemandirian finansial.
Ajakan tersebut disampaikan Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, saat menghadiri sarasehan perkoperasian dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79 yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Rabu (22/7).
Dalam kesempatan itu, Mas Dhito menyoroti kondisi sosial ekonomi generasi muda saat ini. Ia menyebut perubahan zaman turut membawa tantangan baru, salah satunya meningkatnya keterlibatan sebagian masyarakat usia produktif dalam pinjaman online yang dipicu oleh aktivitas judi daring.
Menurutnya, koperasi dengan nilai dasar kebersamaan dan gotong royong dapat menjadi salah satu solusi untuk mengarahkan anak muda pada kegiatan ekonomi yang lebih sehat dan produktif.
"Semangat koperasi adalah gotong royong. Ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi yang positif," ujar Mas Dhito.
Ia menyampaikan, saat ini sebagian besar anggota koperasi masih didominasi masyarakat berusia di atas 40 tahun. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri agar koperasi mampu beradaptasi dan menarik minat generasi muda.
Karena itu, Pemkab Kediri berencana melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri untuk merancang program yang mampu mendekatkan koperasi dengan kalangan muda.
"Usia 40 tahun ke bawah harus diberikan pemantik agar mereka tertarik masuk koperasi. Ini menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama ke depan," ungkapnya.
Mas Dhito menjelaskan, Kabupaten Kediri saat ini memiliki sebanyak 1.004 koperasi aktif yang bergerak di berbagai bidang. Keberadaan koperasi tersebut juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan data pemerintah daerah, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp466,6 miliar.
Adapun koperasi yang memberikan kontribusi terbesar berasal dari Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), koperasi simpan pinjam, serta Koperasi Unit Desa (KUD). Setelah itu, kontribusi juga berasal dari berbagai jenis koperasi lainnya yang berkembang di masyarakat.
Bupati Kediri berharap seluruh koperasi yang ada dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada pola kerja lama. Ia mendorong agar koperasi mampu melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Saya berharap koperasi yang ada di Kabupaten Kediri tidak stagnan, tetapi terus berjalan dan berkembang," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, Buat Santoso, menyatakan pihaknya siap mendukung upaya menarik minat generasi muda terhadap koperasi. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menggelar pelatihan khusus bagi anak muda terkait perkoperasian.
Melalui kegiatan tersebut, Dekopinda berharap generasi muda dapat memahami manfaat koperasi, mulai dari pengelolaan usaha, pengembangan ekonomi bersama, hingga peluang membangun jaringan bisnis.
"Dekopinda akan mengundang generasi muda untuk mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan mengenai koperasi," kata Buat Santoso.
Dengan adanya keterlibatan generasi muda, koperasi di Kabupaten Kediri diharapkan tidak hanya bertahan sebagai lembaga ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.(red/lis)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar